Posted by admin | Comments : (1)
Category : Story
Para ahli archeologi telah menemukan sisa-sisa perahu yang digunakan oleh orang Mesir kuno untuk berlayar sambil berdagang, Menteri kebudayaan Mesir mengatakan Kamis.
” Perahu kuno tersebut ditemukan di dalam gua di kota pelabuhan zaman Firaun yang terletak di pantai Laut Merah sekitar 475 km ( 300 mil) tenggara Kairo , ” kata Faruk Hosni yang mengomentari berita yang disiarkan kantor berita Mesir , MENA .
Perahu-perahu tersebut digunakan untuk mengangkut barang dari dan ke wilayah Land of Punt, yaitu wilayah yang disebut-sebut dalam tulisan Mesir kuno yang diperkirakan oleh para ahli archeologi sebagai wilayah utara Afrika pada masa sekarang.
“Hasil penggalian menemukan sejumlah layar perahu berikut talinya , serta bagian badan perahu yang terbuat dari balok kayu serta papan -papan tipis terbuat dari kayu pinus yang didatangkan dari wilayah Suriah utara,” kata MENA mengutip Zahi Hawas ketua lembaga tinggi barang dan karya Antik.
Hawas mengatakan kelompok peneliti yang menemukan hasil temuan Mesir kuno tersebut adalah kelompok peneliti kepurbakalaan dari Universitas Boston Amerika Serikat yang bekerja sama dengan kelompok peneliti dari Itali.
Posted by admin | Comments : (0)
Category : Oase
Dari Ibnu Mas’ud r.a. berkata : "Barang Siapa yang ingin bertemu dengan Allah ta’ala sebagai seorang muslim maka ia harus benar-benar menjaga sholat-sholat ketika terdengar suara adzan.
Sesungguhnya Allah telah mesyariatkan kepada Nabi Saw. sunanul huda (tuntunan-tuntunan
yang penuh petunjuk) dan sesungguhnya shalat jama’ah itu termasuk sunanul huda.
Seandainya kamu sekalian shalat di rumahmu sebagaimana kebiasaan orang yang tidak
suka berjama’ah niscaya kamu sekalian meninggalkan sunnah Nabi niscaya kamu tersesat.
Sungguh pada masa Nabi tiada seorangpun tertinggal dari shalat berjama’ah kecuali
orang munafik yang jelas-jelas munafik.
Dan pernah terjadi ada seorang didukung
oleh dua orang sehingga ia bisa berdiri pada suatu shaf" (Hadist Riwayat
Muslim).
Dari Ibnu Umar r.a. bahwasanya Rasulullah saw. bersabda : "Shalat jama’ah
itu lebih utama daripada shalat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat."
(Riwayat Bukhari Muslim)
Posted by admin | Comments : (7)
Category : Personal
Selama ini kumencari-cari …
Teman yang sejati buat menemani perjuangan suci …
Bersyukur kini pada-Mu Ilahi teman yang dicari selama ini telah kutemui …
Dengannya disisi perjuangan ini …
Senang diarungi bertambah murni kasih Ilahi …
KepadaMu Allah kupanjatkan doa agar berkekalan kasih sayang kita …
Kepadamu teman kupohon sokongan, pengorbanan dan pengertian …
Telah kuungkapkan segala-galanya …
KepadaMu Allah kupohon restu agar kita kekal bersatu …
Kepadamu teman teruskan perjuangan, pengorbanan dan kesetiaan …
Telah kuungkapkan segala-galanya itulah tanda kejujuran kita …
Kumencari-cari teman yang sejati buat menemani perjuangan suci …
Tapi … kapan syair yang Daku bacakan itu akan terwujud … kurang kah do’a
dan perjuangan yang selama ini Daku lakukan .. apakah nan di atas sana tidak
ikhlas atas apa selama ini Daku lakukan. Ketika seseorang yang telah Daku pilih
menjadi Teman Sejati yang menemani dakwah ini … tapi dia telah pergi. Allah
.. apakah ini adalah takdirmu pada Daku … Engkau tidak izinkan Daku memiliki
dia … apakah ini skenario yang Engkau jalankan … Daku bersungguh-sungguh
lagi hingga mendapatkan Redho-Mu …
Ya Allah, Daku tidak akan berprasangka buruk atas skenario yang Engkau mainkan,
Daku terima. Daku yakin … Engkau pasti memiliki pilihan yang terbaik bagi
ku .. yaitu Teman Sejati yang begitu lebih dari yang sebelumnya …. Daku ingat
sudah berapa banyak hambamu telah Engkau uji sehingga sampai Rasul-Mu merasakanya
… Daku teringat kisah Nabi Sulaiman yang mana Beliau terbuai dengan mengurus
kuda-kudanya sehingga lalai terhadap perintah-Mu. … dengan sadarnya Beliau,
Engkau anugrahkan pengganti yang lebih baik dari kuda-kuda yang Beliau miliki.
Dan sekarang Daku hanya berharap Redho Mu ….. Amiiiin …
Posted by admin | Comments : (8)
Category : Personal
Dulu gue pernah punya anggapan kalau seseorang belum bisa punya cowok atau pacaran
kalau dia belum siap patah hati. sebagai seorang cewek yang berpegang teguh pada
anggapannya, gue nggak pernah nyari pacar, atau berpikir bakal pacaran. takut
patah hati ceritanya. Terus dia datang. seorang cowok datang dalam hidup gue. dia cowok yang bikin
gue bisa ngerasain apa itu jatuh cinta. gimana rumitnya orang kasmaran.
gue beruntung, karena akhirnya gue bisa kenalan sama dia lewat teman gue Dea
yang kebetulan sahabatnya. namanya Ryan. orangnya ternyata ramahhhh banget.
dia juga perhatian. pokoknya seluruh kriteria cowok sempurna ada di dia.
berhubung Dea orangnya bisa dipercaya, gue akhirnya curhat sama dia kalau gue
jatuh cinta sama ryan sejak pertama kali ngeliat. dan ternyata dea ngedukung
perasaan gue itu. dan akhirnya berkat bantuan dea, gue jadian juga sama ryan.
pertamanya sih dia masih seperti ryan yang gue kenal. ryan yang ramah dan penuh
perhatian. tapi lama-lama dia jadi sensitif. perasaannya susah ditebak. dia
berubah 180 derajat. tiba-tiba aja dia jadi cuek, nggak peduli sama orang disekitarnya.
ryan yang ramah jadi dingin dan kasar.
gue sedihhhhhhhh banget! gue nggak tau kenapa dia bisa jadi seperti itu. padahal
selama ini gue rasanya nggak pernah buat salah dech. gue nggak pernah maksa
dia buat dengerin semua isi hati gue. atau maksa dia buat temenin gue belanja.
ada perasaan takut dalam hati. gue benar-benar takut kalau dia bakalan ninggalin
gue. gue takut kalau dia berpaling. karena makin lama sifatnya makin parah,
gue akhirnya mutusin buat curhat sama Dea. siapa tahu dia bisa bantu gue.
tiga hari setelah curhat sama Dea, Ryan minta ketemuan di sebuah kafe tempat
dimana gue pertama kali kenal sama dia. pertamanya sih gue seneng banget. karena
gue pikir dea berhasil ngomong sama dia. gue pikir ryan mau balik ke dirinya
yang dulu. dan minta maaf sama gue. terus kita bakal memperbaiki hub kita.
tapi ternyata gue salah! ryan maki-maki gue seenak mulutnya. dia ngatain gue
cewek nggak tau dirilah, pagar makan tanaman lah, dan lain sebagainya. gue bener-bener
kaget! saking kagetnya gue nggak bisa ngomong apa-apa. bahkan nanyain kenapa
dia ngomong kayak gitu atau mungkin malah balas memakinya. gue cuma diam sambil
menatapnya. tentu saja berusaha menahan tangis sambil mebiarkan dia selesai
ngomong.
mata ryan benar-benar merah saat itu. merah karena marah. akhirnya dengan suara
yang pelan dan malu yang luar biasa karena diliatin pengunjung kafe yang lain
gue ngomong sama dia, " salah gue apa? kok lu maki-maki gue kayak gitu
sich? lu maki-maki gue seperti lu paling bener. sekarang gue nanya sama lu,
pernah nggak gue nuntut lu agar jadi seperti yang gue mau? pernah gue maksa
lu buat nyayangi gue setulus hati? gue nggak pernah maksa dan nuntut sama lu.
tapi ya kalau gue punya salah ya gue minta maaf."
" kalau lu mau kita putus sekarang, ya udah kita putus." kata gue
kemudian. lalu gue pergi keluar dari kafe itu. malamnya ryan telpon gue. akhirnya
diajelasin kalau dia itu jalin hubungan sama gue. semata-mata karena permintaan
dea. karena sebenarnya dia itu sayang sama Dea.
waktu itu hati gue pedih banget. dan gue akhirnya tau gimana rasanya patah hati.
sekarang gue udah nggak tau mesti ngapain lagi. anggapan gue tentang cinta
udah nggak bisa dikembangkan lagi. sekarang yang tersisa cuma sebuah pertanyaa.
yang entah siapa yang akan menjawab. pertanyaan gue: kenapa patah hati iu rasanya
harus sakit kenpa nggak seneng aja. atau yang paling mungkin tidak terasa apa-apa?
kenapa sakit? kenapa? siapa yang mau jawab?