Featured Posts

Jilbab “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang shaleh.” (Rasulullah SAW) “Segala sesuatu ada penegurnya, dan penegur hati adalah rasa malu!” (Rasulullah SAW) “Perempuan membuka auratnya dalam kehidupan sosial adalah salah satu sumber kerusakan moral seksual...

Read more

Changing the date and time from a Command Prompt Linux Sering kali jam pada server berubah-ubah, ini berpengaruh pada absensi karyawan. Karena server absensi menggunakan Linux saya harus mengubah waktu/jam pada server melalui konsol linux. Mengubah tanggal, jam , menit, tahun menggunakan sintak date dengan urutan pola nya : month, day, hour, minute, ...

Read more

Codeigniter : Function set_magic_quotes_runtime() is... Tanggal 7 April 2010 tiba-tiba aplikasi salah satu client saya tidak jalan dengan baik di karenakan ada beberapa error. Setelah dianalisa ternyata server hosting telah mengUpgrade PHP ke versi 5.3.2. Eror yang muncul seperti ini : ## A PHP Error was encountered Severity: 8192 Message: Function...

Read more

Jangan Sombong Suatu kewajiban seorang untuk mempertanggung-jawabkan apa yang telah diamanahkan suatu pekerjaan, janganlah menjadi sombong atas apa yang telah sekian lama telah didapatkan, sehingga angkuh jika mendapatkan tugas kewajiban. Padahal dahulu sangat semangat menggebu-gebu untuk mendapatkan tugas kewajiban...

Read more

Audit IT – Standar (COBIT) Standar (COBIT) Control Objectives for Information and related Technology (COBIT, saat ini edisi ke-4) adalah sekumpulan dokumentasi best practices untuk IT governance yang dapat membantu auditor, manajemen and pengguna ( user ) untuk menjembatani gap antara risiko bisnis, kebutuhan kontrol dan permasalahan-permasalahan...

Read more

Penghancur Persaudaraan

Category : Oase

Bersaudara merupakan ciri dari orang yang beriman. Dan bersatu, bersaudara adalah sesuatu yang agung dan mulia. Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman: ?Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara?.(Al-Hujurat:10).

Ukhuwah kaum mukminin adalah ukhuwah dan jalinan tertinggi, yang bisa diadakan diantara manusia. Ukhuwah kaum mukminin adalah jalinan akidah yang lebih kuat dari jalinan nasab. Ukhuwah mendatangkan karunia, pahala besar, mendekatkan para pelakunya kepada-Nya, dan mencintai mereka. Di antara tujuh kelompok yang dinaungi Allah ta’ala dibawah naungan-Nya pada hari kiamat ialah dua orang yang saling mencintai karena Allah. Keduanya bertemu dan berpisah karena-Nya. Namun syetan tidak akan rela dengan hal tersebut. Syetan akan menyesatkan anda dengan membuat saudara-saudara anda marah kepada anda. Syetan juga memenuhi hati dengan perasaan benci kepada sudara-saudara anda, dakwah dan majlis-majlis ilmu. Selanjutnya anda akan menjadi santapan lezat syetan dan mangsanya tanpa mampu bergerak berontak.
Sekarang ada problem serius yang mengancam eksistensi kehidupan manusia, yaitu hilangnya keharmonisan diantara manusia, hingga seolah-olah setiap kali zaman berganti dan modernisasi berkembang pesat, maka pemutusan hubungan, kekerabatan atau persaudaraan, juga meningkat tajam. Keharmonisan menjadi sesuatu yang mahal dan sulit dirasakan, kehidupan sangat menjemukan, gersang dan keras, tanpa ada spirit dan makna di dalamnya. Keharmonisan tidaklah diangkat (hilang) sekaligus, tetapi ada sebab-sebab pencetus yang menjadi sebab hilangnya keharonisan. Oleh karena itu kita harus mengetahui kiat bagaimana menjaga keharmonisan, dan mengetahui apa saja yang merusak keharmonisan agar kita waspada dan menjauhinya.

Penghancur-penghancur persaudaraan tersebut adalah:
1. Rakus kepada dunia dan asset manusia
2. Malas beribadah dan melanggar syari’at
3. Tidak memperhatikan etika ketika bicara
4. Cuek
5. Pembicaraan rahasia
6. Fanatik dengan pendapat diri sendiri dan tidak siap mendengar nasehat atau masukan orang lain
7. Sering berbeda ucapan, perbuatan, dan keinginan dengan saudara, sombong dan kasar
8. Memberi nasehat di depan umum
9. Banyak mencela, tidak tolerans, hanya melihat sisi-sisi negatif tanpa sisi-sisi positif, dan tidak memaafkan kesalahan
10. Mendengarkan perkataan tukang fitnah dan pendengki
11. Menyebarkan rahasia
12. Menuruti dugaan
13. Campur tangan dalam masalah-masalah pribadi
14. Egois, angkuh, tidak peduli dengan problem saudara, masa bodoh dengan kondisi dan kebutuhannya
15. Membebani dan memberatkan saudara serta memantau terus pelaksanaannya akan hak-hak ukhuwah terhadap anda
16. Tidak serius menampakkan cinta atau apa saja yang menunjukkan dan meningkatkannya, serta tidak membela saudara ketika tidak berada di tempat
17. Tidak memperhatikan saudara karena sibuk dengan orang lain dan jarang menepati janji
18. Unjuk diri, jabatan dan ambisi kekuasaan atas obyek dakwah; dan menjadikan teman sebagai jembatannya
19. Tidak menepati janji dan kesepakatan tanpa udzur urgen
20. Anda sering membicarakan hal-hal yang menggelisahkan dan menyampaikan hal-hal yang menyusahkan saudara anda
21. Berlebih-lebihan dalam mencintai.

Oleh : Erni Yusnita & NN
Sumber : Perusak-Perusak Persaudaraan, Abu Ashim Hisyam bin Abdul Qadir, Darul Falah Cet. Pertama, Syawal 1422/ Januari 2002 M

__________________
Ibnu Yunus Al Andalasy
Ya Allah berikanlah hidayah & petunjuk Mu selalu kpd kami. Bukakan pintu hati ini menuju syurga Mu. Pahamkanlah kami dgn Ilmu Mu yg benar.& ampunilah dosa kami. Amin

Perempuan Terbaik

Category : Oase

Wahai bunda
hanya Tuhan saja yang dapat membalas jasamu erana Tuhan saja yang tahu penderitaanmu
(Nasyid dari Nowseeheart)

Saat itu saya masih empat belas tahun. Untuk pertama kalinya, saya harus berpisah ‘jauh’ dengannya, perempuan terbaik yang pernah kenal. Tatkala tangan-tangan itu melambai, rasa bersalah berdentam-dentam di rongga dada. Ugghhh… kenapa saya tega meninggalkannya sejauh itu. Belum terbayang, kapan lagi saya akan kembali bertemu dengannya.

Sebelum perpisahan jarak ‘jauh’ itu, jarang sekali bunda enggan memberi izin, bila saya minta izin bepergian. Suatu ketika, saya pamit untuk pergi camping, mengikuti kemah pramuka Sabtu-Minggu di dekat gua stalagnit di kampung kami. Untuk pamitan dua hari itu pun, izinnya didapat dengan alot sekali.

“Hati-hati ya nak… jangan merusak alam, jangan berbuat macam-macam hati-hati… jangan…”

Berkali-kali nasehat itu diperdengarkan, risau sekali beliau akan keselamatan puteranya. Padahal, namanya juga acara anak SD, camping perkemahan Sabtu-Minggu itu di back-up puluhan guru pembina. Jumlah guru yang menyertai camping hampir sama banyak dengan jumlah murid, sebagai bukti keseriusan pihak sekolah untuk menjamin keselamatan kami. Tapi, namanya bunda, ia tetap saja penuh kekhawatiran pada keselamatan anaknya. Raut wajahnya tampak sangat mencemaskan puteranya yang berkeras untuk tetap pergi.

***

Tak lama berselang setelah perpisahan ‘Sabtu-Minggu’ itu, perpisahan ‘jauh’ benar-benar terjadi. Kali itu bukan camping di pinggir kecamatan. Tapi saya harus terbang menyeberangi lautan. Untuk melanjutkan studi ke sekolah dambaan. Tak terbayangkan bagaimana perasaan bunda melepas bocah kecilnya sejauh itu.

Satu tahun berselang, di sebuah libur panjang sekolah, saya kembali bertemu bunda. Sejuk wajahnya dan binar ketulusannya masih sama. Pehatian dan kasih sayangnya pun belum berubah. Cuma mungkin penampilannya sedikit berubah. Kilau perak mulai terselip di rambutnya.

Sejak saat itu, dengan dalih cita-cita, berulang kali saya meninggalkanya. Berulang kali beliau harus membekap kerinduan, memasung rasa kasih pada buah hatinya. Pada saat saya tergelak tertawa dengan konco sekodan, mungkin bunda sedang tenggelam dalam isak tangis kerinduannya. Saya sendiri, bukan tidak rindu padanya, warung bubur kacang ijo gang Masjid mungkin pelampiasan paling manjur, kalau rasa kangen padanya sedang meradang. Maklum setiap libur sekolah bunda selalu setia menanti dengan bubur ijo kesukaan puteranya. Jauh hari sebelum puteranya datang, berkilo-kilo kacang ijo sudah dipesannya untuk putera tersayang, yang belum jelas tanggal kedatangannya.

Saat melihat ibu-ibu lanjut yang berjalan sendiri di keramaian pasar, ingin rasanya menyapa mereka, mengajak bersenda-gurau, sambil berharap bunda juga diperlakukan ramah pula oleh lingkungannya. Kala menjumpai nenek yang beringsut membawa belanjaannya, terketuk keinginan untuk menawarkan bantuan, karena terbayang bunda yang tertatih-tatih dengan bebannya. Jika sudah mengkhayal begini, pertanda kerinduan padanya telah mengkristal. Cuma doa yang mampu dirangkum saat itu, semoga Allah Yang Menguasai langit dan bumi, menjaga dan menyayangi bunda.

Bila melihat pertikaian di tengah kampung kami, berbicang dengan bunda adalah solusi terbaik.

“Jangan pikirkan apa pelakuan orang yang mendzalimi kita, pikir saja kekhilafan kita, coba memperbaiki diri, jangan menghiraukan kata-kata sampah yang datang dari kaum jahil, persekongkolan para pendengki para itu sudah jelas sejak perang Khandaq. Belajarlah untuk menjadi hamba yang tulus, yang tak terganggu dengan perlakuan manusia, tapi niat karena-Nya harus benar, jangan pernah berharap pada makhluk.”

Plong. Kepala yang tadinya cekot-cekot sepulang melihat perseteruan di balai desa langsung terobati.

Berbicara tentang ketulusan, ketulusan seorang ibu mungkin nomor satu. Saat bayi lemah tanpa gelar kesarjanaan itu lahir, dengan penuh khidmat, kasih sayangnya mengalir lancar tanpa pamrih. Menabur benih kebaikan kepada makhluk yang ‘bukan siapa-siapa’ memang aneh di era kapitalisme ini. Tapi itulah bunda, yang tak melihat apa yang akan didapatnya dengan membesarkan kami. Memperoleh senyum manis kerabat saat kenduri tetangga mungkin sudah lumrah, tapi mendapatkan perhatian penuh kasih bunda saat demam meradang menjelang subuh, itu baru luar biasa.

***

Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan bertanya :
“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?”
Beliau menjawab, “Ibumu.”
Tanyanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau menjawab, “Ibumu.”
Tanyanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau menjawab, “Ibumu”
Kemudian tanyanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau mejawab, “Bapakmu.”
(Muttafaq ‘alaih).

***

Oleh : Mu. Abdur Razzaq

Lupa Usia

Category : Poetry

Lahir ke dunia
Menjadi bayi yang tak berdosa
Suatu masa yang bahagia
Dipenuhi kasih sayang dan cinta

Di masa belia
Ku kejar dunia yang fana
Ku raih segala asa dan cinta
Terbuai oleh pelukan dosa

Ku kira usia tiada batas
Ku lupa akhir yang akan berbalas
Ku anggap tiada siksa yang keras
Ku abaikan neraka yang panas

Ya… Alloh…….
Ku kira waktuku di dunia masih lama
Padahal di setiap waktu bisa
Terpisah jiwa dan raga

Harapku di akhir sisa umurku
Ampunan dan RahmatMu

Bagi Kaum Ibu, & Para Calon Ibu…

Category : Poetry

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Bagi kaum ibu, dan para calon ibu…
Kadang kucemburu pada kalian
Besar nian penghargaan Islam pada kalian
Dalam hadist Rasul SAW kutemukan penghargaan atas identitas kalian sebagai ibu:
Penghormatan pada ibu 3 kali dibanding penghormatan pada ayah,
Syurga di bawah telapak kaki ibu,
Pelayananmu terhadap keluarga disetarakan dengan jihad kami yang harus
mempertaruhkan harta, darah dan nyawa
Kalian tahu itu, bahkan lebih dari itu bukan?

Tak perlulah lagi kutulis kebaikan islam lainnya pada kalian
Dalam memperlakukan kalian sebagai makhluk lembut yang mempesonakan
Yang karenanya kalian diberikan perlindungan
Perlindungan dan pengawasan yang lebih dari yang kami dapatkan

Nah…
Setelah semuanya itu kalian dapatkan dari Islam, kesetaraan apa lagikah
yang kalian inginkah?
Apakah karena kalian merasa…
Kaum kami selama ini melecehkan kalian?
Tidak memperhatikan nasib kalian?
Memberikan kalian prioritas yang rendah?

Jika memang itu yang kalian tanyakan, sekarang saya yang bertanya pada kalian
Siapa yang melahirkan, mendidik dan membesarkan makhluk bernama laki-laki
yang dari mereka kalian rasakan penderitaan?
Siapa yang seharusnya senantiasa di rumah untuk mengawas dan melindungi
kami sewaktu kami masih berstatus bocah ingusan?
Kalian bukan?
Kami juga berperan, tapi apalah nilainya jika disetarakan dengan pengorbanan kalian

Nah…
Jika memang kalian rasakan ketidakadilan dari monster bernama laki-laki itu…
Maka yang kalian perlukan bukanlah mencari kesetaraan
Melainkan mencari apa yang kami butuh dari kalian
Selama kesucian kami belum berubah menjadi monster yang menakutkan
Selama kami masih sebagai makhluk jinak yang lucu dan menggemaskan
Selama kami butuh kasih sayang dan kehangatan seorang ibu

Berilah kami kasih sayang, dengannya kami tahu arti cinta kalian
Beri tahukan pada kami arti pengorbanan: waktu, tenaga dan fikiran
Sehingga kami juga tahu, kelak kami harus berkorban untuk menjaga
kehormatan kalian

Didiklah kami dirumah tangga dakwah
Sehingga jiwa dakwah Rasulullah yang telah memuliakan kalian
Mengalir dalam darah kami
Darah yang didalamnya terkandung kelembutan dan keperkasaan
‘Tuk beri perlindungan bagi makhluk lembut seperti kalian

Didiklah kami di rumah tangga asmarada (Assakinah, mawaddah, rahmah dan
dakwah)
Ajarkan dan perlihatkan pada kami akhlak qur’an
Sehingga mudah-mudah esok Allah mengizinkan kalian untuk melihat…
Darah kami mengalir karena kami cinta Allah, Rasul dan kalian

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang
yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: Ya Rabb kami,
keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi
Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau.” (QS. An-Nisa:75)

Sehingga….
Kalian tidak perlu lagi mencari kesetaraan…
Karena Allah telah jadikan kami pelindung setia kalian…
Sebagai berkah dari didikan kalian dalam syurga bernama rumah tangga asmarada itu

Bandung, 22 Desember 2003

Puisi cinta untuk ibu, dari seorang yang bukan pujangga
Dari seorang anak, yang dibesarkan oleh air susu, keringat dan air mata
bunda

Wassalamualaikum, Wr. Wb.

Cinta Hakiki

Category : Poetry

Ya…..4JJI
Tak ada cinta yang hakiki
Kecuali cinta kepada-Mu

Ya…..4JJI
Tak ada cinta yang abadi
Kecuali cinta kepada-Mu

Ketika…. kurasakan cinta lain
Yang ada hanyalah kegagalan dalam diri
Ketika…. kurasakan cinta lain
Yang ada hanyalah penyesalan dalam hati

Cinta … kepada-Mu
Adalah api Yang merasakan akan terbakar….
Cinta … kepada-Mu
Adalah langit Yang di bawahnya akan ternaungi…
Cinta kepada-Mu adalah cahaya
Yang merasakannya akan bercahaya dalam hati…..

Ya……4JJI……
Berikanlah smua itu….
Kepada hamba-Mu yang lemah ini…
Agar ternaungi….
dan menaungi hati agar tergerak dan bercahaya…..

Ya…..4JJI……
Berikanlah hamba Cinta-Mu
Kerana hanya Cinta-Mu….
Cinta yang hakiki slamanya…….

  • Spam Blocked