Kedukaan Yang Mendalam

Written by Indra Chaidir | 2,574 views

Inyiak (kakek)… semoga amal ibadahmu di terima di sisi-Nya Maafin Cucu
mu ini? Tidak cepat bertindak? Aku tidak sempat melepaskan kepergianmu? Sekali
lagi? Maafin Cucumu ini…

Jum’at, 25 Nopember 2005
Mama, Adik, Kakek dan Nenek datang ke Jakarta untuk menemui keluarganya termasuk
saya. Kakek dan Nenek ingin bertemu dengan saya, maklum sudah 6 tahun tidak
berjumpa. Sejak saya lulus SMA dan merantau ke Jakarta. Kedatangannya kusambut
dengan hati gembira. dan hari pertama dan kedua tidur di tempat dimana saya
indekost.

Selanjutnya Kakek dan Nenek berada di tempat saudara-saudara dari Kakek, dan
juga karena sudah lama tidak berjumpa. 2 hari akan keberangkatan Mama, Adik,
Kakek dan Nenek ke kampung halaman. Mereka kembali menginap di tempat saya indekost.

Kamis, 8 Desember 2005
Pada hari akan keberangkatan, Kakek mendadak minta di batalkan keberangkatannya
di karenakan kondisi kesehatannya menurun. Saya pun membatalkan tiket ke kampung.
Kakek menyuruh saya untuk tetap masuk bekerja. Saya pun berangkat dengan hati
yang kurang tenang karena kondisi Kakek.

Selang beberapa Jam di kantor, tepatnya jam 13.15… Handphone saya berdering,
handphone Mama, terdengar suara seberang yaitu suara tetangga… mengatakan
saya harus buru-buru pulang ke kosan karena Kakek koma. Setiba di indekost,
saya dapati Kakek sudah tidak ada tetapi badannya masih hangat … saat
itu juga saya menangis sejadi-jadinya … saya menyesal masuk kerja…
tidak memperhatikan kondisi kakek,.,.. Mama juga tidak tau harus berbuat apa
karena juga ikut menangis … pikiran saya Blank.. tidak tau apa yg harus
di lakukan … pikiran saya cuma satu .. bawa ke rumah sakit. Dengan Taksi
saya bawa Kakek dengan adik ke Rs. MH. Thamrin. Tetapi memang … Kakekku
sudah tiada.

Jum’at, 9 Desember 2005
Jam 4.00 Wib .. dini hari, Saya dan keluarga membawa Jenazah kakek ke kampung,
Bukittinggi menggunakan Garuda Indonesia. Selesai sholat jum’at kami semua
keluarga menguburkan kakek di tanah leluhur.

Inyiak,…. maafkan in yo nyiak .. in alah mambuek inyiak manderita , saharusnyo
in bawo inyiak ka rumah sakit katiko sakik, tapi in jo keluarga indak mambaok
inyiak ka rumah sakik. Ampuni in yo nyiak…

Ya Allah, ampuni dosaku karena aku zolim pada kakekku, aku zolim pada diriku,
maafin lah aku.
Ya Allah, Ampuni dosa-dosa kakekku, terimalah amal ibadahnya di sisi-Mu.
Lapangkanlah alam kuburnya, beri sinar lah alam goibnya ..
Masukkanlah kakekku ke Jannah -Mu … Amin…

Selamat Jalan Kek … Salamaik Jalan Inyiak…

Related Posts

Put your related posts code here
  1. 5 Responses to “Kedukaan Yang Mendalam”

  2. By elby vierlian on Dec 21, 2005 | Reply

    Balinang ai mato

  3. By deni on Dec 21, 2005 | Reply

    ikut berduka cita nDra ….

  4. By manjur on Dec 22, 2005 | Reply

    Sabar menerima cobaan!!

  5. By Nisa on Dec 23, 2005 | Reply

    saya turut berduka cita atas dipanggilnya kakeknya. Yang sabar ya, pak. Semua orang memang pasti akan mengalaminya. 🙂

    Semoga Beliau diterima di sisi-Nya. Juga pak Indra dan keluarga diberikan kesabaran. 🙂

  6. By Zien on Dec 26, 2005 | Reply

    turut berduka cita.. semoga sang kakek tersayang diterima di sisiNya, dan juga agar keluarga yang ditinggalkan tetap sabar..
    🙂

Post a Comment

I am Indra

was born in Jambi, May 24th 1978. But I spend my childhood till teen in Bukittinggi City and finised my elementary and high school there too. Currently living at Jakarta, Indonesia. Now one I am working as a Web Programmer and as a Lecturer. More



Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :