Featured Posts

php-logoCentOS : Cara Upgrade dari PHP 5.1.x ke PHP 5.3 Sejak CentOS 5.6 dirilis, paket PHP 5.3 sudah ada. dibawah ini bagaimana cara upgrade PHP 5.1.x menjadi PHP5.3 Pertama stop terlebih dahulu Apache Web Server: #service httpd stop Hapus paket-paket...

Read more

iptablesCara Membuka Port di Firewall Linux CentOS Secara default firewall iptable menyimpan konfigurasi di /etc/sysconfig/iptables . Anda dapat mengedit file tersebut dan menambahkan  aturan/rules untuk membuka nomor-nomer yang ada pada port. Konfigurasi...

Read more

ubuntuForce Monitor Resolution on Ubuntu 10.10 Ketika Distro Ubuntu 10.10 release, saya langsung coba install pada komputer lama. Ternyata saya dapatkan resolusi monitor tidak sesuai dengan monitor saya yaitu 1440x900 pixel. Selalu yang didapat 800x600...

Read more

twitter-bird-2Rangkuman Tweet Malam oleh Fahri Hamzah tentang KH... Bagi yang tidak sempat ngTweet, ini saya rangkum Tweet Malam oleh Fahri Hamzah tentang KH Hilmi Aminuddin. Dibaca dari paling bawah ke atas, 1# -> 100# Semoga bermanfaat. ------------------------- 100kita...

Read more

Jilbab “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang shaleh.” (Rasulullah SAW) “Segala sesuatu ada penegurnya, dan penegur hati adalah rasa malu!” (Rasulullah SAW) “Perempuan...

Read more

  • Prev
  • Next

Twitter Updates...

  •  

Ubuntu Networking Configuration Using Command Line

Category : Gadget, Linux

4

The basics for any network based on *nix hosts is the Transport Control Protocol/ Internet Protocol (TCP/IP) combination of three protocols. This combination consists of the Internet Protocol (IP),Transport Control Protocol (TCP), and Universal Datagram Protocol (UDP).

By Default most of the users configure their network card during the installation of Ubuntu. You can however, use the ifconfig command at the shell prompt or Ubuntu’s graphical network configuration tools, such as network-admin, to edit your system’s network device information or to add or remove network devices on your system

Configuring DHCP address for your network card
If you want to configure DHCP address you need to edit the /etc/network/interfaces and you need to enter the following lines replace eth0 with your network interface card

sudo vi /etc/network/interfaces

# The primary network interface – use DHCP to find our address
auto eth0
iface eth0 inet dhcp

Partisi Harddisk Linux

Category : Gadget, Linux

3

Seperti biasa saya masih membahas seputar Linux, sebelumnya saya bahas bahwa saya lagi asyiknya dengan sistem operasi yang satu ini. Selama ini saya instal linux sama halnya dengan windows yaitu mengikuti alur (next next aja) intal biasanya disebut Recomended bukan Custom. Alhasil sistem operasi yang kita instal di atur oleh intaller tadi termasuk mengatur alokasi ruang harddisk.

Dari sumber-sumber lain saya dapatkan beberapa artikel yang membahas tentang bahwa alokasi ruang harddisk linux ada baiknya. Seperti yang saya kutip dari website sebelah, artikel tersebut mengatakan bahwa pada dasarnya tidak perlu membagi-bagi ruang harddisk untuk direktori tertentu. Namun dengan melakukan alokasi ruang harddisk anda akan memperoleh keuntungan-keuntungan antara lain:

* Proses booting lebih cepat.
* Kemudahan merancang backup-system.
* Pengontrollan akses read-write pada beberapa aprtisi.
* Pengontrolan quota harddisk untuk user dan group.
* Pembatasan besar file maksimum.

Beberapa direktori memang jauh lebih baik dari segi performansi dan sekuritasnya apabila dibuat partisi sendiri-sendiri. Contoh alokasi harddsik sebesar 3,2 GB yang dapat digunakan sebagai acuan yang menginstall Linux.

Swap adalah jenis partisi lain dari Linux, yaitu linux swap yang digunakan sebagai virtual memory dan tempat menyimpan file-file temporer. Direktori yang mewakili partisi swap adalah /tmp.

Istilah Grow to Fill artinya besar partisi ditentukan otomatis sebesar sisa harddisk yang kosong setelah dikurangi besar partisi yang lain. Namun anda harus dapat menghitung bahwa kira-kira, partisi root / harus memiliki besar lebih dari 530 MB.

Sebagai catatan, beberapa aplikasi menyimpan source mereka di direktori /opt, sehingga alokasi ruang harddisk perlu diubah menyesuaikan kebutuhan itu. Contoh aplikasi ini adalah Corel Draw dan Star Office.

Direktori Ukuran
/boot = 5MB
/home = 500Mb
/usr = 2000MB
swap = 128MB
/ = grow to fill

Ingat !, bahwa tabel diatas asumsinya menggunakan Harddisk dengan kapasitas 3,2 GB. Nah jika kita memiliki harddisk 40GB, 80Gb dst. Anda dapat hitung-hitung sendiri sebarapa banyak alokasi ruang harddisk untuk direktori-direktori di atas.