Featured Posts

php-logoCentOS : Cara Upgrade dari PHP 5.1.x ke PHP 5.3 Sejak CentOS 5.6 dirilis, paket PHP 5.3 sudah ada. dibawah ini bagaimana cara upgrade PHP 5.1.x menjadi PHP5.3 Pertama stop terlebih dahulu Apache Web Server: #service httpd stop Hapus paket-paket...

Read more

iptablesCara Membuka Port di Firewall Linux CentOS Secara default firewall iptable menyimpan konfigurasi di /etc/sysconfig/iptables . Anda dapat mengedit file tersebut dan menambahkan  aturan/rules untuk membuka nomor-nomer yang ada pada port. Konfigurasi...

Read more

ubuntuForce Monitor Resolution on Ubuntu 10.10 Ketika Distro Ubuntu 10.10 release, saya langsung coba install pada komputer lama. Ternyata saya dapatkan resolusi monitor tidak sesuai dengan monitor saya yaitu 1440x900 pixel. Selalu yang didapat 800x600...

Read more

twitter-bird-2Rangkuman Tweet Malam oleh Fahri Hamzah tentang KH... Bagi yang tidak sempat ngTweet, ini saya rangkum Tweet Malam oleh Fahri Hamzah tentang KH Hilmi Aminuddin. Dibaca dari paling bawah ke atas, 1# -> 100# Semoga bermanfaat. ------------------------- 100kita...

Read more

Jilbab “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang shaleh.” (Rasulullah SAW) “Segala sesuatu ada penegurnya, dan penegur hati adalah rasa malu!” (Rasulullah SAW) “Perempuan...

Read more

  • Prev
  • Next

Twitter Updates...

  •  

Kenapa Patah Hati Itu Sakit .. ?

Category : Personal

8

Dulu gue pernah punya anggapan kalau seseorang belum bisa punya cowok atau pacaran
kalau dia belum siap patah hati. sebagai seorang cewek yang berpegang teguh pada
anggapannya, gue nggak pernah nyari pacar, atau berpikir bakal pacaran. takut
patah hati ceritanya. Terus dia datang. seorang cowok datang dalam hidup gue. dia cowok yang bikin
gue bisa ngerasain apa itu jatuh cinta. gimana rumitnya orang kasmaran.
gue beruntung, karena akhirnya gue bisa kenalan sama dia lewat teman gue Dea
yang kebetulan sahabatnya. namanya Ryan. orangnya ternyata ramahhhh banget.
dia juga perhatian. pokoknya seluruh kriteria cowok sempurna ada di dia.
berhubung Dea orangnya bisa dipercaya, gue akhirnya curhat sama dia kalau gue
jatuh cinta sama ryan sejak pertama kali ngeliat. dan ternyata dea ngedukung
perasaan gue itu. dan akhirnya berkat bantuan dea, gue jadian juga sama ryan.
pertamanya sih dia masih seperti ryan yang gue kenal. ryan yang ramah dan penuh
perhatian. tapi lama-lama dia jadi sensitif. perasaannya susah ditebak. dia
berubah 180 derajat. tiba-tiba aja dia jadi cuek, nggak peduli sama orang disekitarnya.
ryan yang ramah jadi dingin dan kasar.
gue sedihhhhhhhh banget! gue nggak tau kenapa dia bisa jadi seperti itu. padahal
selama ini gue rasanya nggak pernah buat salah dech. gue nggak pernah maksa
dia buat dengerin semua isi hati gue. atau maksa dia buat temenin gue belanja.
ada perasaan takut dalam hati. gue benar-benar takut kalau dia bakalan ninggalin
gue. gue takut kalau dia berpaling. karena makin lama sifatnya makin parah,
gue akhirnya mutusin buat curhat sama Dea. siapa tahu dia bisa bantu gue.
tiga hari setelah curhat sama Dea, Ryan minta ketemuan di sebuah kafe tempat
dimana gue pertama kali kenal sama dia. pertamanya sih gue seneng banget. karena
gue pikir dea berhasil ngomong sama dia. gue pikir ryan mau balik ke dirinya
yang dulu. dan minta maaf sama gue. terus kita bakal memperbaiki hub kita.
tapi ternyata gue salah! ryan maki-maki gue seenak mulutnya. dia ngatain gue
cewek nggak tau dirilah, pagar makan tanaman lah, dan lain sebagainya. gue bener-bener
kaget! saking kagetnya gue nggak bisa ngomong apa-apa. bahkan nanyain kenapa
dia ngomong kayak gitu atau mungkin malah balas memakinya. gue cuma diam sambil
menatapnya. tentu saja berusaha menahan tangis sambil mebiarkan dia selesai
ngomong.
mata ryan benar-benar merah saat itu. merah karena marah. akhirnya dengan suara
yang pelan dan malu yang luar biasa karena diliatin pengunjung kafe yang lain
gue ngomong sama dia, " salah gue apa? kok lu maki-maki gue kayak gitu
sich? lu maki-maki gue seperti lu paling bener. sekarang gue nanya sama lu,
pernah nggak gue nuntut lu agar jadi seperti yang gue mau? pernah gue maksa
lu buat nyayangi gue setulus hati? gue nggak pernah maksa dan nuntut sama lu.
tapi ya kalau gue punya salah ya gue minta maaf."
" kalau lu mau kita putus sekarang, ya udah kita putus." kata gue
kemudian. lalu gue pergi keluar dari kafe itu. malamnya ryan telpon gue. akhirnya
diajelasin kalau dia itu jalin hubungan sama gue. semata-mata karena permintaan
dea. karena sebenarnya dia itu sayang sama Dea.
waktu itu hati gue pedih banget. dan gue akhirnya tau gimana rasanya patah hati.
sekarang gue udah nggak tau mesti ngapain lagi. anggapan gue tentang cinta
udah nggak bisa dikembangkan lagi. sekarang yang tersisa cuma sebuah pertanyaa.
yang entah siapa yang akan menjawab. pertanyaan gue: kenapa patah hati iu rasanya
harus sakit kenpa nggak seneng aja. atau yang paling mungkin tidak terasa apa-apa?
kenapa sakit? kenapa? siapa yang mau jawab?

Renungan

Category : Personal

2

Ya Allah, anugerahilah kami rasa takut kepada-Mu yang menghalangi kami dari kedurhakaan kepada-Mu. Anugerahilah kami ketaatan yang dapat menghantarkan kami kesurga-Mu dan keyakinan yang memudahkan bagi kami menghadapi semua musibah dunia.
Berikanlah kepada kami kesenangan melalui pendengaran, penglihatan, dan kekuatan kami selama kehidupan kami dan jadikan lah ia sebagai satu-satunya milik kami. Jadikanlah pembalasan kami hanya kepada orang-orang yang menzhalimi kami dan tolong lah kami terhadap orang-orang yang memusuhi kami.

Janganlah Engkau jadikan musibah dalam agama kami dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai tujuan kami yang paling besar dan jangan pula sebagai batas terakhir wawasan pengetahuan kami. Janganlah karena dosa-dosa kami (kepada-Mu), Engakau jadikan orang-orang yang tidak mengasihani kami sebagai penguasa kami.

Pilu Sekali

Category : Personal

2

Kau ajari aku bahagia.. Kau ajari aku derita … Kau tunjukki aku bahagia … Kau tunjukki aku derita …
Itu lah sepenggal lirik yang di lantunkan oleh SO7, yang menggambarkan suasana yang pernah daku lewati bersama Bu …. (Rahasia) .. hehe .. . Sungguh kisah yang menyakitkan hati. Sepertinya tiada seorangpun yang akan merasakan kondisi seperti itu. Indah …. Remuk …

Keindahan yang pernah di bangun bersama nya .. dia yang menunjukkan pada daku apa itu keindahan … dia bangun keindahan dengan kasih sayang yang tidak pernah aku rasakan dari seorang wanita manapun …. (kecuali Ibu … hehehehe …) … tapi dia tau ,,, pesimis … sulit .. untuk di teruskan … tapi dia senantiasa meneruskan membangun keindahan itu … kenapa … apa karena dia masih ragu terhadap seseorang itu … apa aku ini alternatif terakhirnya … ?? … tapi .. benar … ketika apa yang dia harapkan dari seseorang itu terwujudkan lagi … begitu mudahnya dia merobohkan bangunan yang selama ini yang telah dia bangun sendiri … bak Buldozer tentara yahudi yang ganas menghancurkan bangunan-bangunan warga pelestina secara kejamnya … (waduh kok kiasannya sampai gini yak) … ya sudah …. yaaaa gitu deeeh … … akhirnya di tunjukkan pada daku apa itu DERITA.

Aku pulang … tanpa dendam … Ku terima kekalahan ….
Itu lah lanjutan lirik yang pernah di bawakan oleh Boy Band yang sampai sekarang masih di gandungri muda-mudi yg biasanya disebut ABG. Tapi semua itu adalah sebuah keputusan. Bahwasanya daku bukanlah orang yang tepat baginya … bukan karena apa-apa …. tapi apakah daku punya kekurangan … oh iya … aku gak punya apa-apa dibandingkan dengan pilihannya … Aku hanya punya orang tua yang sangat sayang sama daku, kakak, dan adik2. Oh iya .. aku masih punya teman .. teman spiritual … oh iya .. aku masih punya teman … teman seperjuangan …. oh iya .. aku masih banyak punya teman .. semuanya menyayangiku …

Tapi … yang diatas maha tahu … apa yang daku rasakan … Aku ingin kembali seperti aku sebelum mengenal dia … tapi daku tetap merawat perasaan daku pada dirinya … (gile … dah di sakiti masih di harapin) …. Aku ingin kembali dengan kejayaan dan kebanggaan yang pernah di ajuka kepada daku dari orang-orang yang daku sayangi ….

….Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Karenanya, jika kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah sungguh-sungguh (urusan yg lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. ( Al- Insyirah, 6 – 8 ).

Penghancur Persaudaraan

Category : Oase

0

Bersaudara merupakan ciri dari orang yang beriman. Dan bersatu, bersaudara adalah sesuatu yang agung dan mulia. Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman: ?Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara?.(Al-Hujurat:10).

Ukhuwah kaum mukminin adalah ukhuwah dan jalinan tertinggi, yang bisa diadakan diantara manusia. Ukhuwah kaum mukminin adalah jalinan akidah yang lebih kuat dari jalinan nasab. Ukhuwah mendatangkan karunia, pahala besar, mendekatkan para pelakunya kepada-Nya, dan mencintai mereka. Di antara tujuh kelompok yang dinaungi Allah ta’ala dibawah naungan-Nya pada hari kiamat ialah dua orang yang saling mencintai karena Allah. Keduanya bertemu dan berpisah karena-Nya. Namun syetan tidak akan rela dengan hal tersebut. Syetan akan menyesatkan anda dengan membuat saudara-saudara anda marah kepada anda. Syetan juga memenuhi hati dengan perasaan benci kepada sudara-saudara anda, dakwah dan majlis-majlis ilmu. Selanjutnya anda akan menjadi santapan lezat syetan dan mangsanya tanpa mampu bergerak berontak.
Sekarang ada problem serius yang mengancam eksistensi kehidupan manusia, yaitu hilangnya keharmonisan diantara manusia, hingga seolah-olah setiap kali zaman berganti dan modernisasi berkembang pesat, maka pemutusan hubungan, kekerabatan atau persaudaraan, juga meningkat tajam. Keharmonisan menjadi sesuatu yang mahal dan sulit dirasakan, kehidupan sangat menjemukan, gersang dan keras, tanpa ada spirit dan makna di dalamnya. Keharmonisan tidaklah diangkat (hilang) sekaligus, tetapi ada sebab-sebab pencetus yang menjadi sebab hilangnya keharonisan. Oleh karena itu kita harus mengetahui kiat bagaimana menjaga keharmonisan, dan mengetahui apa saja yang merusak keharmonisan agar kita waspada dan menjauhinya.

Penghancur-penghancur persaudaraan tersebut adalah:
1. Rakus kepada dunia dan asset manusia
2. Malas beribadah dan melanggar syari’at
3. Tidak memperhatikan etika ketika bicara
4. Cuek
5. Pembicaraan rahasia
6. Fanatik dengan pendapat diri sendiri dan tidak siap mendengar nasehat atau masukan orang lain
7. Sering berbeda ucapan, perbuatan, dan keinginan dengan saudara, sombong dan kasar
8. Memberi nasehat di depan umum
9. Banyak mencela, tidak tolerans, hanya melihat sisi-sisi negatif tanpa sisi-sisi positif, dan tidak memaafkan kesalahan
10. Mendengarkan perkataan tukang fitnah dan pendengki
11. Menyebarkan rahasia
12. Menuruti dugaan
13. Campur tangan dalam masalah-masalah pribadi
14. Egois, angkuh, tidak peduli dengan problem saudara, masa bodoh dengan kondisi dan kebutuhannya
15. Membebani dan memberatkan saudara serta memantau terus pelaksanaannya akan hak-hak ukhuwah terhadap anda
16. Tidak serius menampakkan cinta atau apa saja yang menunjukkan dan meningkatkannya, serta tidak membela saudara ketika tidak berada di tempat
17. Tidak memperhatikan saudara karena sibuk dengan orang lain dan jarang menepati janji
18. Unjuk diri, jabatan dan ambisi kekuasaan atas obyek dakwah; dan menjadikan teman sebagai jembatannya
19. Tidak menepati janji dan kesepakatan tanpa udzur urgen
20. Anda sering membicarakan hal-hal yang menggelisahkan dan menyampaikan hal-hal yang menyusahkan saudara anda
21. Berlebih-lebihan dalam mencintai.

Oleh : Erni Yusnita & NN
Sumber : Perusak-Perusak Persaudaraan, Abu Ashim Hisyam bin Abdul Qadir, Darul Falah Cet. Pertama, Syawal 1422/ Januari 2002 M

__________________
Ibnu Yunus Al Andalasy
Ya Allah berikanlah hidayah & petunjuk Mu selalu kpd kami. Bukakan pintu hati ini menuju syurga Mu. Pahamkanlah kami dgn Ilmu Mu yg benar.& ampunilah dosa kami. Amin

Perempuan Terbaik

Category : Oase

48

Wahai bunda
hanya Tuhan saja yang dapat membalas jasamu erana Tuhan saja yang tahu penderitaanmu
(Nasyid dari Nowseeheart)

Saat itu saya masih empat belas tahun. Untuk pertama kalinya, saya harus berpisah ‘jauh’ dengannya, perempuan terbaik yang pernah kenal. Tatkala tangan-tangan itu melambai, rasa bersalah berdentam-dentam di rongga dada. Ugghhh… kenapa saya tega meninggalkannya sejauh itu. Belum terbayang, kapan lagi saya akan kembali bertemu dengannya.

Sebelum perpisahan jarak ‘jauh’ itu, jarang sekali bunda enggan memberi izin, bila saya minta izin bepergian. Suatu ketika, saya pamit untuk pergi camping, mengikuti kemah pramuka Sabtu-Minggu di dekat gua stalagnit di kampung kami. Untuk pamitan dua hari itu pun, izinnya didapat dengan alot sekali.

“Hati-hati ya nak… jangan merusak alam, jangan berbuat macam-macam hati-hati… jangan…”

Berkali-kali nasehat itu diperdengarkan, risau sekali beliau akan keselamatan puteranya. Padahal, namanya juga acara anak SD, camping perkemahan Sabtu-Minggu itu di back-up puluhan guru pembina. Jumlah guru yang menyertai camping hampir sama banyak dengan jumlah murid, sebagai bukti keseriusan pihak sekolah untuk menjamin keselamatan kami. Tapi, namanya bunda, ia tetap saja penuh kekhawatiran pada keselamatan anaknya. Raut wajahnya tampak sangat mencemaskan puteranya yang berkeras untuk tetap pergi.

***

Tak lama berselang setelah perpisahan ‘Sabtu-Minggu’ itu, perpisahan ‘jauh’ benar-benar terjadi. Kali itu bukan camping di pinggir kecamatan. Tapi saya harus terbang menyeberangi lautan. Untuk melanjutkan studi ke sekolah dambaan. Tak terbayangkan bagaimana perasaan bunda melepas bocah kecilnya sejauh itu.

Satu tahun berselang, di sebuah libur panjang sekolah, saya kembali bertemu bunda. Sejuk wajahnya dan binar ketulusannya masih sama. Pehatian dan kasih sayangnya pun belum berubah. Cuma mungkin penampilannya sedikit berubah. Kilau perak mulai terselip di rambutnya.

Sejak saat itu, dengan dalih cita-cita, berulang kali saya meninggalkanya. Berulang kali beliau harus membekap kerinduan, memasung rasa kasih pada buah hatinya. Pada saat saya tergelak tertawa dengan konco sekodan, mungkin bunda sedang tenggelam dalam isak tangis kerinduannya. Saya sendiri, bukan tidak rindu padanya, warung bubur kacang ijo gang Masjid mungkin pelampiasan paling manjur, kalau rasa kangen padanya sedang meradang. Maklum setiap libur sekolah bunda selalu setia menanti dengan bubur ijo kesukaan puteranya. Jauh hari sebelum puteranya datang, berkilo-kilo kacang ijo sudah dipesannya untuk putera tersayang, yang belum jelas tanggal kedatangannya.

Saat melihat ibu-ibu lanjut yang berjalan sendiri di keramaian pasar, ingin rasanya menyapa mereka, mengajak bersenda-gurau, sambil berharap bunda juga diperlakukan ramah pula oleh lingkungannya. Kala menjumpai nenek yang beringsut membawa belanjaannya, terketuk keinginan untuk menawarkan bantuan, karena terbayang bunda yang tertatih-tatih dengan bebannya. Jika sudah mengkhayal begini, pertanda kerinduan padanya telah mengkristal. Cuma doa yang mampu dirangkum saat itu, semoga Allah Yang Menguasai langit dan bumi, menjaga dan menyayangi bunda.

Bila melihat pertikaian di tengah kampung kami, berbicang dengan bunda adalah solusi terbaik.

“Jangan pikirkan apa pelakuan orang yang mendzalimi kita, pikir saja kekhilafan kita, coba memperbaiki diri, jangan menghiraukan kata-kata sampah yang datang dari kaum jahil, persekongkolan para pendengki para itu sudah jelas sejak perang Khandaq. Belajarlah untuk menjadi hamba yang tulus, yang tak terganggu dengan perlakuan manusia, tapi niat karena-Nya harus benar, jangan pernah berharap pada makhluk.”

Plong. Kepala yang tadinya cekot-cekot sepulang melihat perseteruan di balai desa langsung terobati.

Berbicara tentang ketulusan, ketulusan seorang ibu mungkin nomor satu. Saat bayi lemah tanpa gelar kesarjanaan itu lahir, dengan penuh khidmat, kasih sayangnya mengalir lancar tanpa pamrih. Menabur benih kebaikan kepada makhluk yang ‘bukan siapa-siapa’ memang aneh di era kapitalisme ini. Tapi itulah bunda, yang tak melihat apa yang akan didapatnya dengan membesarkan kami. Memperoleh senyum manis kerabat saat kenduri tetangga mungkin sudah lumrah, tapi mendapatkan perhatian penuh kasih bunda saat demam meradang menjelang subuh, itu baru luar biasa.

***

Dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu berkata: Seseorang datang kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan bertanya :
“Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?”
Beliau menjawab, “Ibumu.”
Tanyanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau menjawab, “Ibumu.”
Tanyanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau menjawab, “Ibumu”
Kemudian tanyanya lagi, “Kemudian siapa?”
Beliau mejawab, “Bapakmu.”
(Muttafaq ‘alaih).

***

Oleh : Mu. Abdur Razzaq

Lupa Usia

Category : Poetry

0

Lahir ke dunia
Menjadi bayi yang tak berdosa
Suatu masa yang bahagia
Dipenuhi kasih sayang dan cinta

Di masa belia
Ku kejar dunia yang fana
Ku raih segala asa dan cinta
Terbuai oleh pelukan dosa

Ku kira usia tiada batas
Ku lupa akhir yang akan berbalas
Ku anggap tiada siksa yang keras
Ku abaikan neraka yang panas

Ya… Alloh…….
Ku kira waktuku di dunia masih lama
Padahal di setiap waktu bisa
Terpisah jiwa dan raga

Harapku di akhir sisa umurku
Ampunan dan RahmatMu

Bagi Kaum Ibu, & Para Calon Ibu…

Category : Poetry

2

Assalamualaikum, Wr. Wb.

Bagi kaum ibu, dan para calon ibu…
Kadang kucemburu pada kalian
Besar nian penghargaan Islam pada kalian
Dalam hadist Rasul SAW kutemukan penghargaan atas identitas kalian sebagai ibu:
Penghormatan pada ibu 3 kali dibanding penghormatan pada ayah,
Syurga di bawah telapak kaki ibu,
Pelayananmu terhadap keluarga disetarakan dengan jihad kami yang harus
mempertaruhkan harta, darah dan nyawa
Kalian tahu itu, bahkan lebih dari itu bukan?

Tak perlulah lagi kutulis kebaikan islam lainnya pada kalian
Dalam memperlakukan kalian sebagai makhluk lembut yang mempesonakan
Yang karenanya kalian diberikan perlindungan
Perlindungan dan pengawasan yang lebih dari yang kami dapatkan

Nah…
Setelah semuanya itu kalian dapatkan dari Islam, kesetaraan apa lagikah
yang kalian inginkah?
Apakah karena kalian merasa…
Kaum kami selama ini melecehkan kalian?
Tidak memperhatikan nasib kalian?
Memberikan kalian prioritas yang rendah?

Jika memang itu yang kalian tanyakan, sekarang saya yang bertanya pada kalian
Siapa yang melahirkan, mendidik dan membesarkan makhluk bernama laki-laki
yang dari mereka kalian rasakan penderitaan?
Siapa yang seharusnya senantiasa di rumah untuk mengawas dan melindungi
kami sewaktu kami masih berstatus bocah ingusan?
Kalian bukan?
Kami juga berperan, tapi apalah nilainya jika disetarakan dengan pengorbanan kalian

Nah…
Jika memang kalian rasakan ketidakadilan dari monster bernama laki-laki itu…
Maka yang kalian perlukan bukanlah mencari kesetaraan
Melainkan mencari apa yang kami butuh dari kalian
Selama kesucian kami belum berubah menjadi monster yang menakutkan
Selama kami masih sebagai makhluk jinak yang lucu dan menggemaskan
Selama kami butuh kasih sayang dan kehangatan seorang ibu

Berilah kami kasih sayang, dengannya kami tahu arti cinta kalian
Beri tahukan pada kami arti pengorbanan: waktu, tenaga dan fikiran
Sehingga kami juga tahu, kelak kami harus berkorban untuk menjaga
kehormatan kalian

Didiklah kami dirumah tangga dakwah
Sehingga jiwa dakwah Rasulullah yang telah memuliakan kalian
Mengalir dalam darah kami
Darah yang didalamnya terkandung kelembutan dan keperkasaan
‘Tuk beri perlindungan bagi makhluk lembut seperti kalian

Didiklah kami di rumah tangga asmarada (Assakinah, mawaddah, rahmah dan
dakwah)
Ajarkan dan perlihatkan pada kami akhlak qur’an
Sehingga mudah-mudah esok Allah mengizinkan kalian untuk melihat…
Darah kami mengalir karena kami cinta Allah, Rasul dan kalian

“Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang
yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: Ya Rabb kami,
keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi
Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau.” (QS. An-Nisa:75)

Sehingga….
Kalian tidak perlu lagi mencari kesetaraan…
Karena Allah telah jadikan kami pelindung setia kalian…
Sebagai berkah dari didikan kalian dalam syurga bernama rumah tangga asmarada itu

Bandung, 22 Desember 2003

Puisi cinta untuk ibu, dari seorang yang bukan pujangga
Dari seorang anak, yang dibesarkan oleh air susu, keringat dan air mata
bunda

Wassalamualaikum, Wr. Wb.