Ada cerita nih dari kampungku, di Ranah Minang. Ya mungkin sebagian udah ada
yang pernah baca atau dengar cerita ini sehingga dah basi. Tapi bagi yang bukan
orang Minang, mungkin ini sesuatu yang baru … hehehehehehe..
Ceritanya begini :
Usman Chaniago, supir camat di Payakumbuh, minta berhenti karena akan merantau
ke Jakarta untuk mengadu nasib. Mula-mula dia bekerja sebagai tukang kantau
di Tanah Abang, setelah dapat mengumpulkan sedikit modal dimulai pula menggelar
dagangannya di pinggir jalan di Tanah Abang.
Nasib rupanya memihak kepadanya, beberapa tahun kemudian dia berhasil memiliki
kios kain di dalam pasar. Dia pun berkeluarga dan memiliki 2 anak. Tahun ini
dia membangun rumah di Depok, dilingkungan perumahan dosen UI. Karena tetangganya
semua akademisi, macam-macam gelarnya, ada Prof., ada Phd. dll. Usman merasa
malu kalau papan namanya tidak tercantum gelar seperti tetangganya.
Dibuatlah Papan nama dari perak, dipesan dari Koto Gadang, dengan nama DR.Usman
Chaniago MSc. Ketika ayahnya datang berkunjung, sambil bangga dia bertanya di
mana anaknya kuliah, sebab setahu dia, Usman hanya berdagang. Dengan malu-malu
Usman menerangkan gelarnya di papan nama :
Disiko Rumahnyo Usman Chaniago Mantan Supir Camat
artinya :
( Disini Rumahnya Usman Chaniago Mantan Supir Camat / DR. Usman Chaniago MSc
)
![]()
![]()
![]()
![]()
…. ada-ada aja….
was born in Jambi, May 24th 1978. But I spend my childhood till teen in Bukittinggi City and finised my elementary and high school there too. Currently living at Jakarta, Indonesia. Now one I am working as a Web Programmer and as a Lecturer
