Pilu Sekali

Written by Indra Chaidir | 1,012 views

Kau ajari aku bahagia.. Kau ajari aku derita … Kau tunjukki aku bahagia … Kau tunjukki aku derita …
Itu lah sepenggal lirik yang di lantunkan oleh SO7, yang menggambarkan suasana yang pernah daku lewati bersama Bu …. (Rahasia) .. hehe .. . Sungguh kisah yang menyakitkan hati. Sepertinya tiada seorangpun yang akan merasakan kondisi seperti itu. Indah …. Remuk …

Keindahan yang pernah di bangun bersama nya .. dia yang menunjukkan pada daku apa itu keindahan … dia bangun keindahan dengan kasih sayang yang tidak pernah aku rasakan dari seorang wanita manapun …. (kecuali Ibu … hehehehe …) … tapi dia tau ,,, pesimis … sulit .. untuk di teruskan … tapi dia senantiasa meneruskan membangun keindahan itu … kenapa … apa karena dia masih ragu terhadap seseorang itu … apa aku ini alternatif terakhirnya … ?? … tapi .. benar … ketika apa yang dia harapkan dari seseorang itu terwujudkan lagi … begitu mudahnya dia merobohkan bangunan yang selama ini yang telah dia bangun sendiri … bak Buldozer tentara yahudi yang ganas menghancurkan bangunan-bangunan warga pelestina secara kejamnya … (waduh kok kiasannya sampai gini yak) … ya sudah …. yaaaa gitu deeeh … … akhirnya di tunjukkan pada daku apa itu DERITA.

Aku pulang … tanpa dendam … Ku terima kekalahan ….
Itu lah lanjutan lirik yang pernah di bawakan oleh Boy Band yang sampai sekarang masih di gandungri muda-mudi yg biasanya disebut ABG. Tapi semua itu adalah sebuah keputusan. Bahwasanya daku bukanlah orang yang tepat baginya … bukan karena apa-apa …. tapi apakah daku punya kekurangan … oh iya … aku gak punya apa-apa dibandingkan dengan pilihannya … Aku hanya punya orang tua yang sangat sayang sama daku, kakak, dan adik2. Oh iya .. aku masih punya teman .. teman spiritual … oh iya .. aku masih punya teman … teman seperjuangan …. oh iya .. aku masih banyak punya teman .. semuanya menyayangiku …

Tapi … yang diatas maha tahu … apa yang daku rasakan … Aku ingin kembali seperti aku sebelum mengenal dia … tapi daku tetap merawat perasaan daku pada dirinya … (gile … dah di sakiti masih di harapin) …. Aku ingin kembali dengan kejayaan dan kebanggaan yang pernah di ajuka kepada daku dari orang-orang yang daku sayangi ….

….Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Karenanya, jika kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah sungguh-sungguh (urusan yg lain). Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. ( Al- Insyirah, 6 – 8 ).

Related Posts

Put your related posts code here

Post a Comment

I am Indra

was born in Jambi, May 24th 1978. But I spend my childhood till teen in Bukittinggi City and finised my elementary and high school there too. Currently living at Jakarta, Indonesia. Now one I am working as a Web Programmer and as a Lecturer. More



Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :