Pengalaman ini mungkin basbang buat yang lain. Tapi justru itu membuat saya tidak
berhati-hati hingga melupakan pengalaman tersebut. Padahal malam sebelumnya disalah
satu stasiun tv menayangkan kejadian yang saya alami.
Dalam perjalanan menuju tempat suatu acara tiba ada sesuatu gak beres di bawah
motor saya, lihat ke bawah, Masya Allah …. Ban belakang bocor. Duh gawat,
daerah sepi lagi kok bisa bisanya bocor. Saya ingat tip ketika ban bocor, yaitu
segera cari sumbernya karena jika di dorong akan membuat ban dalamnya hancur.
Saya periksa ban belakang tersebut apa yang terjadi. Benar rupanya ada paku
beton nancap di ban tersebut. Gak habis pikir, pakunya baru lagi. Akhir saya
dorong tuh motor untuk mencari tambal ban terdekat. Ya ampun, gak sampai 100
meter dari kejadian, ada jasa tambal ban. Pikiran Su’uzon mulai menggerayangi
benak saya.
Saya ingat cerita dari teman-teman dan tayang televisi beberapa waktu lalu.
Mengatakan sudah banyak kejadian terjadi seperti saya alami, seringnya di daerah
sepi yang jarang di lalui kendaraan tetapi ada jasa tambal ban. Aneh !!. Dan
tidak jauh ditempat tambal ban paku paku bertebaran. Apakah paku paku tersebut
merupakan kerjaan jasa tambal ban tersebut.
Akhirnya saya menggunakan jasa tambal ban tersebut. Bapak setengah baya tersebut
di liat raut mukanya kelihatan senang sekali liat saya dapat kemalangan.. Huuuh..
rupanya bapak tersebut tidak mau menambal ban bocor saya dengan alasan ban dalamnya
gak bisa lagi di tambal, padahal masih baru. Bapak itu menawarkan ban dalam
baru, waduh ini pemerasan namanya. Beberapa menit saling adu argument, saya
kahirnya nyerah dan ngalah. Dari pada gak di kerjakan ya lebih baik ganti aja.
Siyal. (*dalam hati Istigfar*).
Mungkin ini ada hikmahnya, agar kita selalu berhati-hati. Oh iya, bagi bagi
info dong titik titik rawan jalanan yang banyak ranjaunya alias banyak pakunya
hehehe…