Archive for the ‘Story’ Category

Luka Kaum Wanita Palestina

Monday, October 3rd, 2005 | 1,591 views

Pendudukan Israel di sepanjang jalur Gaza dan Tepi Barat Palestina, membuat kehidupan wanita Palestina sangat menderita. Amnesty International, dalam laporan terbarunya tentang kondisi kaum wanita Palestina menyebutkan, keberadaan pos-pos tentara Israel, penghancuran rumah dan hukuman penjara telah menimbulkan dampak yang buruk bagi kaum wanita di Palestina.

“Sudah terlalu lama mesin-mesin militer Israel memporak porandakan kehidupan wanita Palestina, Pemerintah Palestina sekarang ditantang untuk memberikan perlindungan yang layak terhadap hak-hak kaum wanitanya,” ujar Direktur Amnesty International yang berbasis di Inggris, Kate Allen.

Dalam kurun waktu empat setengah tahun, kekerasan terhadap kaum wanita dan kejahatan seks di Palestina terus meningkat, demikian salah satu isi laporan Amnesty Internasional.

Laporan setebal 36 halaman itu juga menyebutkan, banyak wanita Palestina yang dipaksa untuk melahirkan di pos-pos tentara Israel yang bertebaran di wilayah Palestina, dan mereka tidak diperkenankan ke rumah sakit oleh tentara Israel yang menjaga pos-pos tersebut. Akibatnya, banyak ibu-ibu yang melahirkan kehilangan bayinya.

“Saya berbaring di tanah yang berdebu dan merangkak ke belakang dinding pos keamanan Israel, mencari tempat aman untuk melahirkan, di atas pasir, seperti hewan. Saya memeluk bayi saya, ia bergerak sebentar tapi beberapa menit kemudian dia meninggal dalam dekapan saya,” kisah Rula Asthiya mengenang pengalaman pahitnya yang terjadi pada tanggal 26 Agustus 2003. Dengan menahan tetesan air mata, ia menceritakan bagaimana ia terpaksa melahirkan di pos militer Israel karena tentara Israel tidak memberinya izin melewati pos agar bisa melahirkan di Rumah Sakit Nablus.

Apa yang dialami Rula, baru sebagian kecil dari sekian banyak penderitaan yang dialami kaum wanita Israel. Mereka juga kerap mengalami ketakutan dan kehilangan rumahnya akibat tindakan tentara Israel. Menurut laporan Amnesty International, buldoser-buldoser Israel telah menghancurkan sekitar 4.000 rumah milik warga Palestina, akibatnya ribuan warga yang kebanyakan wanita dan anak-anak kehilangan tempat berteduh. Tak jarang, tentara Israel menggusur rumah-rumah warga Palestina meski penghuninya masih berada di dalam rumah. Warga Palestina banyak yang hidup dalam kemiskinan karena tanah-tanah pertanian mereka dirusak oleh tentara Israel.

Kekejaman tentara Israel terhadap warga Palestina, oleh utusan khusus PBB John Dugard dinyatakan sudah masuk dalam kategori pelanggaran berat hak asasi manusia. Organisasi bantuan PBB, UNRWA pernah membuat laporan tentang kondisi hak asasi manusia di Palestina akibat kekejaman dan perusakan infrastruktur milik warga sipil di Palestina.

Laporang UNRWA menyebutkan, di wilayah Rafah saja, tentara Yahudi itu sudah menghancurkan sekitar 1.728 rumah yang menyebabkan sekitar 17.400 warga Palestina menjadi tuna wisma. “Buldoser Israel merusak rumah-rumah itu dengan alasan yang tidak jelas. Mereka juga merusak jalan-jalan, aliran listrik, persediaan air bersih dan selokan,” ujar Dugard.

Kondisi bangsa Palestina, terutama kaum wanita dan anak-anaknya memang sangat menyedihkan dibawah pendudukan tentara Israel. Organisasi hak asak manusia di Israel, B’T Selem dan HadMoked Center bahkan menuduh tentara Israel sedang mengubah Jalur Gaza menjadi sebuah penjara besar dengan melakukan pemiskinan bagi warganya. Organisasi itu juga menyebutkan, akibat kekejaman tentara Israel lebih dari 77 persen warga Palestina di Jalur Gaza hidup dibawah garis kemiskinan. Sementara itu, menurut data statistik PBB tahun 2002, jumlah pengangguran di Tepi Barat dan Jalur Gaza meningkat 50 persen.

Para Ahli Arkeologi Temukan Perahu Kuno Mesir

Saturday, October 1st, 2005 | 3,628 views

Para ahli archeologi telah menemukan sisa-sisa perahu yang digunakan oleh orang Mesir kuno untuk berlayar sambil berdagang, Menteri kebudayaan Mesir mengatakan Kamis.

” Perahu kuno tersebut ditemukan di dalam gua di kota pelabuhan zaman Firaun yang terletak di pantai Laut Merah sekitar 475 km ( 300 mil) tenggara Kairo , ” kata Faruk Hosni yang mengomentari berita yang disiarkan kantor berita Mesir , MENA .

Perahu-perahu tersebut digunakan untuk mengangkut barang dari dan ke wilayah Land of Punt, yaitu wilayah yang disebut-sebut dalam tulisan Mesir kuno yang diperkirakan oleh para ahli archeologi sebagai wilayah utara Afrika pada masa sekarang.

“Hasil penggalian menemukan sejumlah layar perahu berikut talinya , serta bagian badan perahu yang terbuat dari balok kayu serta papan -papan tipis terbuat dari kayu pinus yang didatangkan dari wilayah Suriah utara,” kata MENA mengutip Zahi Hawas ketua lembaga tinggi barang dan karya Antik.

Hawas mengatakan kelompok peneliti yang menemukan hasil temuan Mesir kuno tersebut adalah kelompok peneliti kepurbakalaan dari Universitas Boston Amerika Serikat yang bekerja sama dengan kelompok peneliti dari Itali.

I am Indra

was born in Jambi, May 24th 1978. But I spend my childhood till teen in Bukittinggi City and finised my elementary and high school there too. Currently living at Jakarta, Indonesia. Now one I am working as a Web Programmer and as a Lecturer. More



Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :