Featured Posts

php-logoCentOS : Cara Upgrade dari PHP 5.1.x ke PHP 5.3 Sejak CentOS 5.6 dirilis, paket PHP 5.3 sudah ada. dibawah ini bagaimana cara upgrade PHP 5.1.x menjadi PHP5.3 Pertama stop terlebih dahulu Apache Web Server: #service httpd stop Hapus paket-paket...

Read more

iptablesCara Membuka Port di Firewall Linux CentOS Secara default firewall iptable menyimpan konfigurasi di /etc/sysconfig/iptables . Anda dapat mengedit file tersebut dan menambahkan  aturan/rules untuk membuka nomor-nomer yang ada pada port. Konfigurasi...

Read more

ubuntuForce Monitor Resolution on Ubuntu 10.10 Ketika Distro Ubuntu 10.10 release, saya langsung coba install pada komputer lama. Ternyata saya dapatkan resolusi monitor tidak sesuai dengan monitor saya yaitu 1440x900 pixel. Selalu yang didapat 800x600...

Read more

twitter-bird-2Rangkuman Tweet Malam oleh Fahri Hamzah tentang KH... Bagi yang tidak sempat ngTweet, ini saya rangkum Tweet Malam oleh Fahri Hamzah tentang KH Hilmi Aminuddin. Dibaca dari paling bawah ke atas, 1# -> 100# Semoga bermanfaat. ------------------------- 100kita...

Read more

Jilbab “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang shaleh.” (Rasulullah SAW) “Segala sesuatu ada penegurnya, dan penegur hati adalah rasa malu!” (Rasulullah SAW) “Perempuan...

Read more

  • Prev
  • Next

Twitter Updates...

  •  

Hadist Bicara Keutamaan Sholat Wajib

Category : Oase

6

Sabda Rasulullah saw : Siapa yang mengerjakan shalat Isya dg berjamaah, maka dia seakan2 telah mendirikan shalat separo malam
(diriwayatkan oleh Ustman bin Affan ra).

Sabda Rasulullah saw : Siapa yang mengerjakan shalat Subuh dg berjamaah, maka dia seakan2 telah mendirikan shalat semalam suntuk.
(diriwayatkan oleh Ustman bin Affan ra).

Sabda Rasulullah saw : Sesungguhnya Allah SWT memiliki sejumnlah malaikat2 yg terus berkeliling untuk mencari majlis2 dzikir.
(diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra).

Nasihat Perkawinan

Category : Oase

5

TATA CARA PERKAWINAN DALAM ISLAM
Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara perkawinan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah yang Shahih (sesuai dengan pemahaman para Salafus Shalih -peny), secara singkat penulis sebutkan dan jelaskan seperlunya :

1. Khitbah (Peminangan)
Seorang muslim yang akan mengawini seorang muslimah hendaknya ia meminang terlebih dahulu, karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain, dalam hal ini Islam melarang seorang muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain (Muttafaq ‘alaihi). Dalam khitbah disunnahkan melihat wajah yang akan dipinang
(Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi No. 1093 dan Darimi).

2. Aqad Nikah
Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi :
a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.
b. Adanya Ijab Qabul.
c. Adanya Mahar.
d. Adanya Wali.
e. Adanya Saksi-saksi.
Dan menurut sunnah sebelum aqad nikah diadakan khutbah terlebih dahulu yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat.

3. Walimah
Walimatul ‘urusy hukumnya wajib dan diusahakan sesederhana mungkin dan dalam walimah hendaknya diundang orang-orang miskin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang mengundang orang-orang kaya saja berarti makanan itu sejelek-jelek makanan.

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. "Artinya : Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang. Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah, maka ia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya".
(Hadits Shahih Riwayat Muslim 4:154 dan Baihaqi 7:262 dari Abu Hurairah).

Sebagai catatan penting hendaknya yang diundang itu orang-orang shalih, baik kaya maupun miskin, karena ada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : "Artinya : Janganlah kamu bergaul melainkan dengan orang-orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang-orang yang taqwa".
(Hadist Shahih Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim 4:128 dan Ahmad 3:38 dari Abu Sa’id Al-Khudri).

SEBAGIAN PENYELEWENGAN YANG TERJADI DALAM PERKAWINAN YANG WAJIB DIHINDARKAN / DIHILANGKAN
1. Pacaran
Kebanyakan orang sebelum melangsungkan perkawinan biasanya "Berpacaran" terlebih dahulu, hal ini biasanya dianggap sebagai masa perkenalan individu, atau masa penjajakan atau dianggap sebagai perwujudan rasa cinta kasih terhadap lawan jenisnya.

Adanya anggapan seperti ini, kemudian melahirkan konsesus bersama antar berbagai pihak untuk menganggap masa berpacaran sebagai sesuatu yang lumrah dan wajar-wajar saja. Anggapan seperti ini adalah anggapan yang salah dan keliru. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan dari berintim-intim dua insan yang berlainan jenis, terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh, yang sudah jelas semuanya haram hukumnya menurut syari’at Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya".
(Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim). Jadi dalam Islam tidak ada kesempatan untuk berpacaran dan berpacaran hukumnya haram.

2. Tukar Cincin
Dalam peminangan biasanya ada tukar cincin sebagai tanda ikatan, hal ini bukan dari ajaran Islam. (Lihat Adabuz-Zafat, Nashiruddin Al-Bani)

3. Menuntut Mahar Yang Tinggi
Menurut Islam sebaik-baik mahar adalah yang murah dan mudah, tidak mempersulit atau mahal. Memang mahar itu hak wanita, tetapi Islam menyarankan agar mempermudah dan melarang menuntut mahar yang tinggi.
Adapun cerita teguran seorang wanita terhadap Umar bin Khattab yang membatasi mahar wanita, adalah cerita yang salah karena riwayat itu sangat lemah.
(Lihat Irwa’ul Ghalil 6, hal. 347-348).

4. Mengikuti Upacara Adat
Ajaran dan peraturan Islam harus lebih tinggi dari segalanya. Setiap acara, upacara dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam, maka wajib untuk dihilangkan. Umumnya umat Islam dalam cara perkawinan selalu meninggikan dan menyanjung adat istiadat setempat, sehingga sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar dan shahih telah mereka matikan dan padamkan.

Sungguh sangat ironis…!. Kepada mereka yang masih menuhankan adat istiadat jahiliyah dan melecehkan konsep Islam, berarti mereka belum yakin kepada Islam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : "Artinya : Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? ". (Al-Maaidah : 50).

Orang-orang yang mencari konsep, peraturan, dan tata cara selain Islam, maka semuanya tidak akan diterima oleh Allah dan kelak di Akhirat mereka akan menjadi orang-orang yang merugi, sebagaimana firman Allah Ta’ala : "Artinya : Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi". (Ali-Imran : 85).

5. Mengucapkan Ucapan Selamat Ala Kaum Jahiliyah
Kaum jahiliyah selalu menggunakan kata-kata Birafa’ Wal Banin, ketika mengucapkan
selamat kepada kedua mempelai. Ucapan Birafa’ Wal Banin (=semoga mempelai murah
rezeki dan banyak anak) dilarang oleh Islam.
Dari Al-Hasan, bahwa ‘Aqil bin Abi Thalib nikah dengan seorang wanita dari
Jasyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyah : Birafa’ Wal
Banin. ‘Aqil bin Abi Thalib melarang mereka seraya berkata : "Janganlah
kalian ucapkan demikian !. Karena Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam melarang
ucapan demikian". Para tamu bertanya :"Lalu apa yang harus kami ucapkan,
wahai Abu Zaid ?".
‘Aqil menjelaskan :
"Ucapkanlah : Barakallahu lakum wa Baraka ‘Alaiykum" (= Mudah-mudahan
Allah memberi kalian keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan). Demikianlah
ucapan yang diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam". (Hadits
Shahih Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Darimi 2:134, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad 3:451,
dan lain-lain).
Do’a yang biasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ucapkan kepada seorang
mempelai ialah :
"Baarakallahu laka wa baarakaa ‘alaiyka wa jama’a baiynakumaa fii khoir"

Do’a ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
‘Artinya : Dari Abu hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau mengucapkan do’a :
(Baarakallahu laka wabaraka ‘alaiyka wa jama’a baiynakuma fii khoir) = Mudah-mudahan
Allah memberimu keberkahan, Mudah-mudahan Allah mencurahkan keberkahan atasmu
dan mudah-mudahan Dia mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan". (Hadits
Shahih Riwayat Ahmad 2:38, Tirmidzi, Darimi 2:134, Hakim 2:183, Ibnu Majah dan
Baihaqi 7:148).

6. Adanya Ikhtilath
Ikhtilath adalah bercampurnya laki-laki dan wanita hingga terjadi pandang memandang,
sentuh menyentuh, jabat tangan antara laki-laki dan wanita. Menurut Islam antara
mempelai laki-laki dan wanita harus dipisah, sehingga apa yang kita sebutkan
di atas dapat dihindari semuanya.

7. Pelanggaran Lain
Pelanggaran-pelanggaran lain yang sering dilakukan di antaranya adalah musik
yang hingar bingar.
KHATIMAH
Rumah tangga yang ideal menurut ajaran Islam adalah rumah tangga yang diliputi
Sakinah (ketentraman jiwa), Mawaddah (rasa cinta) dan Rahmah (kasih sayang),
Allah berfirman :
"Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu hidup tentram bersamanya.
Dan Dia (juga) telah menjadikan diantaramu (suami, istri) rasa cinta dan kasih
sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berpikir". (Ar-Ruum : 21).
Dalam rumah tangga yang Islami, seorang suami dan istri harus saling memahami
kekurangan dan
kelebihannya, serta harus tahu pula hak dan kewajibannya serta memahami tugas
dan fungsinya
masing-masing yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Sehingga upaya untuk mewujudkan perkawinan dan rumah tangga yang mendapat keridla’an
Allah dapat terealisir, akan tetapi mengingat kondisi manusia yang tidak bisa
lepas dari kelemahan dan kekurangan, sementara ujian dan cobaan selalu mengiringi
kehidupan manusia, maka tidak jarang pasangan yang sedianya hidup tenang, tentram
dan bahagia mendadak dilanda "kemelut" perselisihan dan percekcokan.
Bila sudah diupayakan untuk damai sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an
surat An-Nisaa : 34-35, tetapi masih juga gagal, maka Islam memberikan jalan
terakhir, yaitu "perceraian".
Marilah kita berupaya untuk melakasanakan perkawinan secara Islam dan membina
rumah tangga yang Islami, serta kita wajib meninggalkan aturan, tata cara, upacara
dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam.
Ajaran Islam-lah satu-satunya ajaran yang benar dan diridlai oleh Allah Subhanahu
wa Ta’ala (Ali-Imran : 19).
"Artinya : Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan
yang menyejukkan hati kami, dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertaqwa".
(Al-Furqaan : 74). Amiin.

Wallahu a’alam bish shawab.

Redam Emosi

Category : Oase

3

Ya Allah…
Rendahkanlah Suaraku bagi Mereka
Perindahlah Ucapanku Di Depan Mereka
Lunakkanlah Watakku Terhadap Mereka
Lembutkanlah Hatiku Untuk Mereka

Confession

Category : Oase

6

O Lord… I don’t deserve to Thy Garden
Yet I can’t stand to Thy Fire either

Please forgive my sins, please accept my repentance
Only Thou, The Forgiving for great sins

My sins are as the sands in the beach
With Thy mercy, please forgive me…O my Lord

O Lord… please save us
From all kinds of evils and woe


We fear, we hope unto Thee
Please enrich our love unto Thee

We, the slaves whose hopes are in Thy pity

Nasehat

Category : Oase

11

Alhamdulillah masih ada sahabat yang masih dapat memberikan nasehat, walaupun
nasehat ini terkirim secara berantai,

Seorang sahabat tadi pagi menasehati aku satu nasehat yg bermakna. Aku ingin
membaginya dengan antum/ teman-teman.
Dia berkata :

"Kunci Zuhud Aku tahu rizki ku tak mugnkin diambil
orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku tahu, amal-amalku tak mungkin
dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu,
Allah selalu melihatku, karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan
maksiat. Aku tahu, kematian menantiku, maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa
dengan Rabbku"
.
( Hasan Al-Bashri )

Aku jadi termenung dan merenungi maknanya. Jika merasa nasehat ini berguna.
Silahkan bagi-bagi nasehat ini agar teman-teman kita tidak terlena dengan
kehidupan duniawinya. Terima Kasih Sobat.

Tujuh Dosa Besar

Category : Oase

17

Setiap bayi yang di lahirkan tidak memiliki dosa. Ketika kita beranjak dewasa (akhil balig) kita telah di bebani dengan dosa. Setiap manusia tidak luput dari perbuatan salah yang berakhibatkan terima dosa-dosa, baik dosa yang di sengaja maupun dosa yang tidak di sengaja.

Tulisan ini bukan saya sok alim ( hehehe, saya juga punya banyak dosa neeh…. :D ) atau untuk menceramahi tetapi untuk sharing dan berbagi untuk teman-teman, mungkin teman yang sedikit lupa atau agak terlena dengan kehidupan dunia kita masing2, intinya hanya mengingatkan, yah anggap saja ini suatu kultum dari saya ba’da Hari Raya Idul Adha… hihihi… belajar kasih kultum… seeech…

Tujuh Dosa Besar yang patut kita ketahui, tetapi masih banyak dosa-dosa yang membuat kita terjerumus ke liang neraka … heheh .. ngomongnya kayak ustad banget …. Ya udah…. nih Tujuh Dosa Besar yang wajib kita ketahui… Jauhilah tujuh macam dosa yang bertingkat – tingkat (besar), diantaranya ialah :

– Mempersekutukan Allah
– Sihir
– Membunuh diri yang diharamkan Allah kecuali dengan hak.
– Makan harta riba
– Makan harta anak yatim
– Lari dari peperangan
– Menuduh wanita yang beriman yang tidah tahu menahu dengan perbuatan buruk
dengan apa yang difitnahkan kepadanya.

(HR Bukhari dan Muslim)

Hmmm… begitulah kira-kira, semoga bermanfaat, hihihi… saya tunggu komentarnya … ;) )

Arti Seorang Sahabat

Category : Oase

7

Akan merasa sunyi seorang yang tidak memiliki sahabat, dan sia-sia orang yang menahan diri untuk tidak mencarinya. Lebih sia-sia lagi, orang yang telah mendapatkan sahabat, kemudian ia menyia-nyiakannya.
(Hilal bin ‘Ula Al-Raqy)

Matahari sudah condong ke sebelah barat. Berdua dengan Sari, saya menyusuri
jalan menuju stasiun. Pengumuman kereta akan segera datang telah terdengar,
kami berdua semakin mempercepat langkah. Alhamdulillah masih bisa dikejar. "Kamu
sudah beli karcis belum," tanya Sari. "Nggak sempat, nanti kucing-kucingan
saja kalau ada petugas," jawab saya ringan, kaki sudah hampir masuk ke
gerbong, tapi Sari malah menarik saya menjauhi kereta. Kereta berangkat. "Kenapa
ngga beli karcis dulu," kali ini mukanya agak keruh. "Kan ngga sempat,
lihat tuh, mana antri lagi, males," mata saya mengarah ke tempat penjualan
karcis. "Ya sudah tunggu disini."

Sari bergegas pergi, dan dengan tidak enak hati saya memandangi punggungnya
yang menjauh. "Berapa lama, waktu antri untuk membeli karcis," katanya
ketika tiba di hadapan saya, tangannya menyodorkan karcis. "Sepuluh menit"
singkat saya. "Gara-gara sepuluh menit, kamu bisa jadi antri di neraka".
Drrrrr, gemetar juga ditembak telak seperti itu. "Dan saya nggak mau ikut-ikutan
antri disana, gara-gara nggak ngingetin kamu," tambah Sari. Saya diam,
kena setrum sepertinya. "Sudahlah, lain kali jangan curang!" perintahnya,
kali ini dia memandang saya penuh arti.

Kalau terkenang dengan peristiwa tadi, saya selalu bergumam "Alhamdulillah…
saya mempunyai sahabat". "Eh ada yang kangen ingin berjumpa dengan
mu lho, mendengar rayuan mautmu, melihatmu mengemis memohon cinta. Ayo bangun.
Tahajud euyy!!!" itu isi SMS dari seseorang yang baru saya kenal beberapa
bulan. Pesan yang terus menerus dikirimnya selama hampir 1 minggu, pada jam
03.00 pagi, tidak kurang. Sebuah SMS yang sebelumnya diawali dengan misscall
beberapa kali. Awalnya saya sempat merasa terganggu dan menyembunyikan HP dibawah
bantal agar bunyinya tidak terdengar.

Ketika saya membalas SMS-nya dengan "Tidak sayang pulsa tuh, mengganggu
ketenangan orang", SMS-nya pun datang, "lho katanya kamu sedang punya
banyak masalah". Sangat singkat, mengingatkan bahwa 2 hari yang lalu saya
curhat kepadanya.

Sekarang, kala mengingatinya, juga selalu hati ini berujar "Alhamdulillah,
saya memiliki sahabat yang demikian….". Ini kisah yang saya dengar dari
seorang muslimah. Suatu ketika, dia dan alumni pengurus Rohis SMA, berkumpul.
Salah seorang rekan dari pengurus semasa Rohis (sebut saja A) baru saja meninggal,
dan mereka baru tahu keadaan ekonomi keluarganya ketika melayat ke rumah A.
Ternyata A ini tulang punggung ekonomi keluarganya, selain yatim, ibunya hanya
berjualan ala kadarnya. Ibunya bercerita, salah seorang adiknya hampir mau ujian
tapi karena tidak ada biaya, akhirnya gagal merampungkan sekolah.

Dibahaslah solusi untuk meringankan beban ibunda A, dengan sebelumnya beberapa
rangkaian taushiyah bergulir. Semua yang hadir larut, banyak air mata di sana.
Air mata cinta. Diakhir pertemuan, terkumpullah materi yang tidak sedikit, perhiasan,
uang, sepeda motor, sepeda, dan sepasang sepatu baru. Kita pasti tahu kisah
selanjutnya, si ibu tak henti menangis, dan hampir tersungkur di hadapan mereka.
Allahu Akbar.

Sungguh kisah tadi seperti pesan yang disampaikan seorang ulama, "Persahabatan
antara orang-orang mukmin, menyatunya kalbu mereka, dan kecintaan yang terjalin
diantara mereka merupakan karunia Allah bahkan juga termasuk taqarrub, dalam
ketaatan yang paling agung
" Dan Alhamdulillah, Almarhum A ini mempunyai
sahabat seperti mereka…

Dunia menjadi penuh makna ketika kita mempunyai banyak sahabat. Dunia menjadi
berpelangi tatkala banyak sahabat mengelilingi kita. Kahlil Gibran menyebut,
"Kesendirian adalah himpunan duka cita". Tentu saja, karena
manusia dicipta untuk hidup dalam kebersamaan, seperti firman Allah, "Wahai
sekalian manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu sekalian (terdiri
dari jenis) laki-laki dan perempuan, dan Kami menciptakan kalian bersuku-suku
dan berbangsa-bangsa agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia
diantara kalian disisi Allah adalah yang paling bertakwa
." (QS. Al-Hujurat:13).

Sekali lagi, banyak hikmah yang dapat kita reguk dari persahabatan. Dan juga
perlu diingat, kita harus cerdik pula dalam memilihnya. Dalam era sekarang ini,
ketika ‘fenominul’ begitu menyesakkan hati umat Muslim, menjamurnya narkoba,
pesta muda-mudi, sepertinya kita butuh filter ampuh untuk memilih sahabat. Dan
filter itu bisa begitu ampuh ketika kita mempunyai sahabat yang mampu mendekatkan
diri kita kepada pemilik dari segala filter, Allah.

Memilih sahabat bukan berarti membeda-bedakan manusia. Memilah sahabat berarti
kita menilainya dari karakter dan sifat yang dimilikinya. Sebuah persahabatan
yang nantinya akan terjalin juga tidak seharusnya didasarkan pada parameter-parameter
duniawi saja. Sungguh, ketika kita berjumpa dengan seorang yang berakhlak baik,
menjaga shalatnya, maka itulah parameternya. Dan itulah yang dilakukan orang-orang
shalih terdahulu dalam menimbang siapa saja yang pantas menjadi sahabat baginya.

Ayo, pikatlah sahabat sebanyak yang kita mampu. Sahabat yang tidak menjadikan
kita, manusia yang disebut-sebut Al-Qur’an, "Pada hari si zhalim menggigit
kedua tangannya seraya berkata: Ah, seandainya aku mengambil jalan bersama-sama
Rasul. Malang nian, mengapa dulu aku menjadikan si fulan menjadi sahabat akrabku
".
(Al-Furqan 27-28)

Dan jangan lupa, "shalih sendiri" juga tidak bermanfaat, jadi pikatlah
sahabat yang ketika dia mengenang kita, dia akan berujar "Alhamdulillah,
saya mempunyai sahabat sepertimu…"

Akhirnya, saya sampaikan salam keselamatan untukmu yang berkenan membaca tulisan
ini. Izinkan saya menyebutmu sebagai "sahabat". Saya ingin menggelarimu
"sahabat", panggilan mesra Nabi al-Musthafa pada generasi setia di
zamannya, sapaan akrab terdengar begitu merdu. Sebuah kosa kata indah yang saya
temukan dalam buku "Berbagi cinta dengan para Sufi" sebagai kiasan
bertubi untuk orang yang paling mempunyai makna. Dan sekarang, saya ingin mengadopsinya
untuk anda yang sekali lagi berkenan membaca tulisan ini. Sahabat, semoga Anda
membendaharakan kata ini juga untuk saya. Dan ketika anda menjadi sahabat, tak
akan pernah jengah anda memperingatkan, ketika saya salah melangkah.

(Disadur dari milis.)