Archive for the ‘Oase’ Category

Akhlak Nabi Muhammad SAW Sebagai Teladan Pendidikan Karakter

Wednesday, March 19th, 2014 | 1,951 views

Nabi Muhammad SAW adalah seorang manusia pilihan yang patut dicontoh dan diteladani dalam kehidupan sehari-hari. Dalam Al-Qur’an beliau mendapatkan sebutan “Uswatun Hasanah” (suri tauladan yang baik). Sedikit demi sedikit Nabi Muhammad SAW membangun masyarakat dengan cara menanamkan akhlak mulia dan beriman hanya kepada Allah SWT.

Hal tersebut terkait dengan misi beliau yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW yang Artinya “Sesungguhnya aku diutus Allah SWT, untuk menyempurnakan (memperbaiki) akhlak manusia”. (HR. Ahmad). Dengan keluhuran budi dan akhlak yang mulia, akhirnya beliau berhasil membawa amanah yang dititipkan oleh Allah SWT untuk mensyiarkan Islam ke seluruh penjuru dunia ini, guna memberi kabar gembira serta membawa keselamatan hidup bagi umat manusia di dunia dan bahkan sampai di akhirat kelak. Hal itu sangatlah bermanfaat bagi seluruh umat manusia dan makhluk lain penghuni alam semesta ini, sebagaimana firman Allah SWT yang artinya “Aku (Allah) tidak mengutus Kamu Muhammad, kecuali menjadi rahmat (membawa keselamatan) bagi sekalian manusia di alam ini.” (Q.S. Al Anbiya : 107) (more…)

Hadist Bicara Keutamaan Sholat Wajib

Thursday, January 22nd, 2009 | 27,034 views

Sabda Rasulullah saw : Siapa yang mengerjakan shalat Isya dg berjamaah, maka dia seakan2 telah mendirikan shalat separo malam
(diriwayatkan oleh Ustman bin Affan ra).

Sabda Rasulullah saw : Siapa yang mengerjakan shalat Subuh dg berjamaah, maka dia seakan2 telah mendirikan shalat semalam suntuk.
(diriwayatkan oleh Ustman bin Affan ra).

Sabda Rasulullah saw : Sesungguhnya Allah SWT memiliki sejumnlah malaikat2 yg terus berkeliling untuk mencari majlis2 dzikir.
(diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra).

(more…)

Nasihat Perkawinan

Tuesday, July 4th, 2006 | 3,493 views

TATA CARA PERKAWINAN DALAM ISLAM
Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Islam telah memberikan konsep yang jelas tentang tata cara perkawinan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah yang Shahih (sesuai dengan pemahaman para Salafus Shalih -peny), secara singkat penulis sebutkan dan jelaskan seperlunya :

1. Khitbah (Peminangan)
Seorang muslim yang akan mengawini seorang muslimah hendaknya ia meminang terlebih dahulu, karena dimungkinkan ia sedang dipinang oleh orang lain, dalam hal ini Islam melarang seorang muslim meminang wanita yang sedang dipinang oleh orang lain (Muttafaq ‘alaihi). Dalam khitbah disunnahkan melihat wajah yang akan dipinang
(Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi No. 1093 dan Darimi).

2. Aqad Nikah
Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dan kewajiban yang harus dipenuhi :
a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai.
b. Adanya Ijab Qabul.
c. Adanya Mahar.
d. Adanya Wali.
e. Adanya Saksi-saksi.
Dan menurut sunnah sebelum aqad nikah diadakan khutbah terlebih dahulu yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat.

3. Walimah
Walimatul ‘urusy hukumnya wajib dan diusahakan sesederhana mungkin dan dalam walimah hendaknya diundang orang-orang miskin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang mengundang orang-orang kaya saja berarti makanan itu sejelek-jelek makanan.

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. "Artinya : Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang. Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah, maka ia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya".
(Hadits Shahih Riwayat Muslim 4:154 dan Baihaqi 7:262 dari Abu Hurairah).

Sebagai catatan penting hendaknya yang diundang itu orang-orang shalih, baik kaya maupun miskin, karena ada sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam : "Artinya : Janganlah kamu bergaul melainkan dengan orang-orang mukmin dan jangan makan makananmu melainkan orang-orang yang taqwa".
(Hadist Shahih Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim 4:128 dan Ahmad 3:38 dari Abu Sa’id Al-Khudri).

SEBAGIAN PENYELEWENGAN YANG TERJADI DALAM PERKAWINAN YANG WAJIB DIHINDARKAN / DIHILANGKAN
1. Pacaran
Kebanyakan orang sebelum melangsungkan perkawinan biasanya "Berpacaran" terlebih dahulu, hal ini biasanya dianggap sebagai masa perkenalan individu, atau masa penjajakan atau dianggap sebagai perwujudan rasa cinta kasih terhadap lawan jenisnya.

Adanya anggapan seperti ini, kemudian melahirkan konsesus bersama antar berbagai pihak untuk menganggap masa berpacaran sebagai sesuatu yang lumrah dan wajar-wajar saja. Anggapan seperti ini adalah anggapan yang salah dan keliru. Dalam berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan dari berintim-intim dua insan yang berlainan jenis, terjadi pandang memandang dan terjadi sentuh menyentuh, yang sudah jelas semuanya haram hukumnya menurut syari’at Islam.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : "Artinya : Jangan sekali-kali seorang laki-laki bersendirian dengan seorang perempuan, melainkan si perempuan itu bersama mahramnya".
(Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari dan Muslim). Jadi dalam Islam tidak ada kesempatan untuk berpacaran dan berpacaran hukumnya haram.

2. Tukar Cincin
Dalam peminangan biasanya ada tukar cincin sebagai tanda ikatan, hal ini bukan dari ajaran Islam. (Lihat Adabuz-Zafat, Nashiruddin Al-Bani)

3. Menuntut Mahar Yang Tinggi
Menurut Islam sebaik-baik mahar adalah yang murah dan mudah, tidak mempersulit atau mahal. Memang mahar itu hak wanita, tetapi Islam menyarankan agar mempermudah dan melarang menuntut mahar yang tinggi.
Adapun cerita teguran seorang wanita terhadap Umar bin Khattab yang membatasi mahar wanita, adalah cerita yang salah karena riwayat itu sangat lemah.
(Lihat Irwa’ul Ghalil 6, hal. 347-348).

4. Mengikuti Upacara Adat
Ajaran dan peraturan Islam harus lebih tinggi dari segalanya. Setiap acara, upacara dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam, maka wajib untuk dihilangkan. Umumnya umat Islam dalam cara perkawinan selalu meninggikan dan menyanjung adat istiadat setempat, sehingga sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang benar dan shahih telah mereka matikan dan padamkan.

Sungguh sangat ironis…!. Kepada mereka yang masih menuhankan adat istiadat jahiliyah dan melecehkan konsep Islam, berarti mereka belum yakin kepada Islam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : "Artinya : Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin ? ". (Al-Maaidah : 50).

Orang-orang yang mencari konsep, peraturan, dan tata cara selain Islam, maka semuanya tidak akan diterima oleh Allah dan kelak di Akhirat mereka akan menjadi orang-orang yang merugi, sebagaimana firman Allah Ta’ala : "Artinya : Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi". (Ali-Imran : 85).

5. Mengucapkan Ucapan Selamat Ala Kaum Jahiliyah
Kaum jahiliyah selalu menggunakan kata-kata Birafa’ Wal Banin, ketika mengucapkan
selamat kepada kedua mempelai. Ucapan Birafa’ Wal Banin (=semoga mempelai murah
rezeki dan banyak anak) dilarang oleh Islam.
Dari Al-Hasan, bahwa ‘Aqil bin Abi Thalib nikah dengan seorang wanita dari
Jasyam. Para tamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyah : Birafa’ Wal
Banin. ‘Aqil bin Abi Thalib melarang mereka seraya berkata : "Janganlah
kalian ucapkan demikian !. Karena Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam melarang
ucapan demikian". Para tamu bertanya :"Lalu apa yang harus kami ucapkan,
wahai Abu Zaid ?".
‘Aqil menjelaskan :
"Ucapkanlah : Barakallahu lakum wa Baraka ‘Alaiykum" (= Mudah-mudahan
Allah memberi kalian keberkahan dan melimpahkan atas kalian keberkahan). Demikianlah
ucapan yang diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam". (Hadits
Shahih Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Darimi 2:134, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad 3:451,
dan lain-lain).
Do’a yang biasa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ucapkan kepada seorang
mempelai ialah :
"Baarakallahu laka wa baarakaa ‘alaiyka wa jama’a baiynakumaa fii khoir"

Do’a ini berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
‘Artinya : Dari Abu hurairah, bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau mengucapkan do’a :
(Baarakallahu laka wabaraka ‘alaiyka wa jama’a baiynakuma fii khoir) = Mudah-mudahan
Allah memberimu keberkahan, Mudah-mudahan Allah mencurahkan keberkahan atasmu
dan mudah-mudahan Dia mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan". (Hadits
Shahih Riwayat Ahmad 2:38, Tirmidzi, Darimi 2:134, Hakim 2:183, Ibnu Majah dan
Baihaqi 7:148).

6. Adanya Ikhtilath
Ikhtilath adalah bercampurnya laki-laki dan wanita hingga terjadi pandang memandang,
sentuh menyentuh, jabat tangan antara laki-laki dan wanita. Menurut Islam antara
mempelai laki-laki dan wanita harus dipisah, sehingga apa yang kita sebutkan
di atas dapat dihindari semuanya.

7. Pelanggaran Lain
Pelanggaran-pelanggaran lain yang sering dilakukan di antaranya adalah musik
yang hingar bingar.
KHATIMAH
Rumah tangga yang ideal menurut ajaran Islam adalah rumah tangga yang diliputi
Sakinah (ketentraman jiwa), Mawaddah (rasa cinta) dan Rahmah (kasih sayang),
Allah berfirman :
"Artinya : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan
untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu hidup tentram bersamanya.
Dan Dia (juga) telah menjadikan diantaramu (suami, istri) rasa cinta dan kasih
sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda
bagi kaum yang berpikir". (Ar-Ruum : 21).
Dalam rumah tangga yang Islami, seorang suami dan istri harus saling memahami
kekurangan dan
kelebihannya, serta harus tahu pula hak dan kewajibannya serta memahami tugas
dan fungsinya
masing-masing yang harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Sehingga upaya untuk mewujudkan perkawinan dan rumah tangga yang mendapat keridla’an
Allah dapat terealisir, akan tetapi mengingat kondisi manusia yang tidak bisa
lepas dari kelemahan dan kekurangan, sementara ujian dan cobaan selalu mengiringi
kehidupan manusia, maka tidak jarang pasangan yang sedianya hidup tenang, tentram
dan bahagia mendadak dilanda "kemelut" perselisihan dan percekcokan.
Bila sudah diupayakan untuk damai sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an
surat An-Nisaa : 34-35, tetapi masih juga gagal, maka Islam memberikan jalan
terakhir, yaitu "perceraian".
Marilah kita berupaya untuk melakasanakan perkawinan secara Islam dan membina
rumah tangga yang Islami, serta kita wajib meninggalkan aturan, tata cara, upacara
dan adat istiadat yang bertentangan dengan Islam.
Ajaran Islam-lah satu-satunya ajaran yang benar dan diridlai oleh Allah Subhanahu
wa Ta’ala (Ali-Imran : 19).
"Artinya : Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan
yang menyejukkan hati kami, dan jadikanlah kami Imam bagi orang-orang yang bertaqwa".
(Al-Furqaan : 74). Amiin.

Wallahu a’alam bish shawab.

Redam Emosi

Tuesday, June 6th, 2006 | 1,730 views

Ya Allah…
Rendahkanlah Suaraku bagi Mereka
Perindahlah Ucapanku Di Depan Mereka
Lunakkanlah Watakku Terhadap Mereka
Lembutkanlah Hatiku Untuk Mereka

Confession

Friday, April 28th, 2006 | 2,158 views

O Lord… I don’t deserve to Thy Garden
Yet I can’t stand to Thy Fire either

Please forgive my sins, please accept my repentance
Only Thou, The Forgiving for great sins

My sins are as the sands in the beach
With Thy mercy, please forgive me…O my Lord

O Lord… please save us
From all kinds of evils and woe


We fear, we hope unto Thee
Please enrich our love unto Thee

We, the slaves whose hopes are in Thy pity

Nasehat

Monday, February 27th, 2006 | 4,516 views

Alhamdulillah masih ada sahabat yang masih dapat memberikan nasehat, walaupun
nasehat ini terkirim secara berantai,

Seorang sahabat tadi pagi menasehati aku satu nasehat yg bermakna. Aku ingin
membaginya dengan antum/ teman-teman.
Dia berkata :

"Kunci Zuhud Aku tahu rizki ku tak mugnkin diambil
orang lain, karenanya hatiku tenang. Aku tahu, amal-amalku tak mungkin
dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku untuk beramal. Aku tahu,
Allah selalu melihatku, karenanya aku malu bila Allah mendapatiku melakukan
maksiat. Aku tahu, kematian menantiku, maka kupersiapkan bekal untuk berjumpa
dengan Rabbku"
.
( Hasan Al-Bashri )

Aku jadi termenung dan merenungi maknanya. Jika merasa nasehat ini berguna.
Silahkan bagi-bagi nasehat ini agar teman-teman kita tidak terlena dengan
kehidupan duniawinya. Terima Kasih Sobat.

Tujuh Dosa Besar

Saturday, January 14th, 2006 | 11,454 views

Setiap bayi yang di lahirkan tidak memiliki dosa. Ketika kita beranjak dewasa (akhil balig) kita telah di bebani dengan dosa. Setiap manusia tidak luput dari perbuatan salah yang berakhibatkan terima dosa-dosa, baik dosa yang di sengaja maupun dosa yang tidak di sengaja.

Tulisan ini bukan saya sok alim ( hehehe, saya juga punya banyak dosa neeh…. 😀 ) atau untuk menceramahi tetapi untuk sharing dan berbagi untuk teman-teman, mungkin teman yang sedikit lupa atau agak terlena dengan kehidupan dunia kita masing2, intinya hanya mengingatkan, yah anggap saja ini suatu kultum dari saya ba’da Hari Raya Idul Adha… hihihi… belajar kasih kultum… seeech…

Tujuh Dosa Besar yang patut kita ketahui, tetapi masih banyak dosa-dosa yang membuat kita terjerumus ke liang neraka … heheh .. ngomongnya kayak ustad banget …. Ya udah…. nih Tujuh Dosa Besar yang wajib kita ketahui… Jauhilah tujuh macam dosa yang bertingkat – tingkat (besar), diantaranya ialah :

– Mempersekutukan Allah
– Sihir
– Membunuh diri yang diharamkan Allah kecuali dengan hak.
– Makan harta riba
– Makan harta anak yatim
– Lari dari peperangan
– Menuduh wanita yang beriman yang tidah tahu menahu dengan perbuatan buruk
dengan apa yang difitnahkan kepadanya.

(HR Bukhari dan Muslim)

Hmmm… begitulah kira-kira, semoga bermanfaat, hihihi… saya tunggu komentarnya … ;))

I am Indra

was born in Jambi, May 24th 1978. But I spend my childhood till teen in Bukittinggi City and finised my elementary and high school there too. Currently living at Jakarta, Indonesia. Now one I am working as a Web Programmer and as a Lecturer. More



Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :