Archive for the ‘Opinion’ Category

Wisata Taman Air Pulau Situ Gintung

Monday, June 30th, 2008 | 20,796 views

Minggu 29 Juni 2008 saya mengajak anak dan istri ke Wisata Taman Air di kawasan Ciputat, tidak jauh dari UIN Syarif Hidayatullah. Tempat ini lumayan mengasyikkan, dari segi keuangan cukup ekonomis. Karena tidak terlalu mahal. Senin-Jumat cukup bayar Rp. 15.000 , Sabtu Rp. 19.000 dan hari libur/ Minggu Rp. 20.000 , cukup murah lah tapi tempatnya cukup jauh.

Dibandingkan tempat lain sudah terlalu jauh tetapi mahal pula, walaupun ada di daerah tengah kota Jakarta tetapi mahal dan tidak lengkap. Yang saya maksud lengkap adalah, adanya kolam untuk bayi + anak-anak, water boom, saung untuk keluarga, gratis lagi..  😀 kemudian ada pemandangan danau, main bebek-bebekan :-D, permainan Outbond untuk anak-anak, dan permainan motor cross anak-anak.

(more…)

Pemain Bola Muslim di EURO 2008

Saturday, June 14th, 2008 | 11,480 views

Pesta EURO 2008 diwarnai dengan bertaburan bintang sepakbola yang beragama muslim. Terutama dari negara perancis. Kesebelasan Les Bleus (julukan tim sepak bola Perancis) ini memiliki 9 pemain muslim. Selain itu dari Swedia, Zlatan Ibramovic kemudian yg mengejutkan saya adalah dari tim Belanda, yaitu Robin van Persie. Pemain Arsenal ini rupanya seorang muslim yang tidak dapat di prediksi.

Robin van Persie
Lahir : 6 Augustus 1983 , Rotterdam – Belanda
Klub Terakhir : Arsenal
Posisi : Winger, Striker

(more…)

Indonesia Raya, Merdeka !!!

Thursday, August 16th, 2007 | 1,288 views

Besok 17 Agustus 2007, hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-62. Seluruh pelosok negeri sudah bersiap dengan segala aktifitas untuk menyambut hari kemerdekaan. Mulai dari upacara dilingkungan pemerintahan sampai lomba-lomba yang diikuti warga untuk memeriahkan hari kemerdekaan.

Perlu kita maknai arti dari kemerdekaan ini. Bahwa yang selama ini kita maknai merupakan lepasnya negara kita dari penjajahan. Padahal yang dapat saya cerna bahwa merdeka itu tidak cuma kemerdekaan dari suatu penjajahan negara lain. Tapi merdeka dalam arti luas. Seperti merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, dll.

Sedih, ya itu yang saya rasakan ketika melihat dipelosok-pelosok negri, di tayangi televisi, warga menyambut kemerdekan dengan lomba yang itu-itu saja, makan kerupuk, megang belut :D. Dan ada lagi yang lebih parah, seperti pentas musik, band, dangdutan di panggung, nutupi jalan raya, jalan kampung, macet, hingga mengganggu kemerdekaan orang berkendaraan. Seperti contoh tadi yaitu pentas musik atau dangdutan di pentas, mabuk-mabukan, hingga tawuran. Masya Allah.

Apa gak adalagi kegiatan yang dapat mengangkat martabat negara ini di mata dunia, kegiatan yang mencerdaskan bangsa, misalkan Lomba Teknologi, lomba buat robot, lomba science, lomba modif motor, mobil dll. Saya pernah melihat acara/program di televisi yang menyuguhkan acara dari Jepang (Masquerade), yaitu membuat ide-ide kreatif semacam yang dipertunjukan di panggung dan dinilai oleh juri. Hal ini dapat membangkitkan semangat untuk selalu melahirkan ide-ide kreatif, dan bukan mustahil dapat melahirkan temuan temuan teknologi yang baru.

Anda dapat mengerti bukan, jauh sekali perbedaan negara kita dengan negara lain, bukan pesimis, tapi opini saya untuk menunjukkan kenyataan yang ada pada masyarakat kita. Semoga ada perubahan setelah kita melewati 62 tahun merdeka, bukan merdeka dari penjajahan dari kolonial, tapi merdeka dari semua aspek. Dan tetapi ingat, bukan merdeka dalam norma-norma dalam agama dan norma masyarakat yang di babat habis.

Jangan sekali-sekali kita menbodohkan masyarakat, kewajiban kita untuk meluruskan dan memotivasi, dan pemerintah harus pula mensosialisasikan mana yang bermanfaat dan mana yang tidak.

Kemudian, saya ingin menjelaskan atau memberi respon sedikit tentang polemik Lagu Indonesia Raya 3 Stanza, walaupun teman-teman diluar sana sudah banyak yang memberikan respon. Menurut saya text asli lagu Indonesia Raya sudah lama saya ketahui, ketika kecil saya pernah baca disebuah buku pelajaran, tapi saya lupa. Jadi hal ini bukan penemuan baru yang didengungkan oleh seseorang yang sekarang ini diakui kalangan media adalah sebagai pakar internet, komunikasi dan telekomunikasi. Menurut saya pembodohan, kecuali jika diberitakan ke masyarakat bahwa inilah text asli lagu Indonesia Raya, bukan sebagai penemuan yang menghebohkan. Kemudian saya juga pernah melihat lagu asli Indonesia Raya dengan text asli di internet, sekitar awal tahun 2007. Jadi, untuk menyambut kemerdekaan ini, kita berusaha jangan membodohi masyarakat, tapi memberitakan ke masyarakat ini loh yang benar.

Cukup sekian opini, unek-unek saya untuk menyambut Hari Kemerdekaan, bukan untuk membodohi, tapi marilah kita saling mengisi kemerdekaan ini dengan mengajari masyarakat hal-hal yang membuat mereka pintar .

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka ! …………… Allahu Akbar !!!

Sepenggal Cerita Pilkada Jakarta

Thursday, August 9th, 2007 | 2,168 views

Jakarta adalah jantung ibukota, Jakarta adalah cermin dari sebuah Negara Indonesia. Jika ia bagus maka bagus dimata dunia, dan jika buruk maka buruklah image dimata negara diluar sana. Jakarta memang harus di perbaiki, dalam 1 dekade (10 Tahun) ini belum tampak perubahan sampai sekarang. Saya yang baru 9 Tahun tinggal di Jakarta , tidak melihat sama sekali perubahaan itu pada diri ibukota ini. 2 kali merasakan banjir besar, macet bertambah, sekarang apalagi. Pengangguran ?… apalagi. Yang kaya bertambah tajir :p, yang miskin tambah melarat :(. Ruang hijau sudah tidak nampak lagi. Negeri ini penuh hutan beton.

Ya Pilkada, saat ini lah moment untuk dapat memperbaikinya, yaitu memilih pemimpin yang dapat membawa ibukota ini ke perubahaan yang baik. Jika kita melihat, memang hanya 2 pasangan calon pemimpin. Saya suka mengamati gejala politik baik yang buruk maupun yang baik ketika musim pilkada/pemilu datang. Gejala permusuhan, koalisi, ada yang independen. Sangat disayang sekali ketika seorang calon pemimpin yang mendeklarasikan dirinya sebagai calon yang menang dengan secara bermartabat, tetapi disitu pulalah ia lupa, bahwa ia dan koalisinya meracuni otak masyarakat , membunuhi aspirasi masyarakat dengan issu keagamaan, suku, sekte atau aliran.

Sebagai contoh, kita ketahui di Jakarta ada dua calon, yaitu 1. Adang-Dani yang di usung oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS), 2. Fauzi-Prijanto (+- 20 Partai). Dilihat angka parpol pendukung, sangat mencolok sekali. Seolah-olah PKS di keroyok, dimusuhi, di takuti. Fenomena apa ini ? Sangat Tidak Demokratis. Mata dunia terbuka, kaget !. Satu partai di keroyok. Kemundian di fitnah dengan issu ke agamaan. Memang benar PKS adalah partai yang berbasis keagamaan, Islam. Mereka mendeklarasikan sebuah Partai Dakwah. Disisi lain. Apakah mereka yang meyebarkan issu itu bukan Islam?. Pasangan ke 2. ingin menang dengan cara bermartabat. What ? Jadi apa negri ini jika di pimpin seseorang yang tampuk kepimpinan yang direbutnya dengan cara yang tidak baik. Negri ini akan rusak.

Kemudian, kita juga mengetahui. Dalam 1 dekade ini belum ada perubahaan, selama ini kemana saja pemimpin itu yang saat ini ikut dalam pencalonan. Negeri ini butuh yang Segar, Fresh, butuh yang baru. Cukup 10 tahun kita bisa menilainya.

Saya sempat dialog dengan beberapa teman saya baik dari pendukung Adang , juga teman saya yang mendukung Fauzi. Mengenai pilkada ini, tapi ada satu yang membuat saya terharu, dan salut. Dia dulunya mahasiswi saya, sekarang bisa dibilang satu profesi dengan saya, saya sebut saja namanya: simply :p, berikut petikan dialog dengannya,

Indra : nyesak banget ya
Simply : gak juga
Simply : kemaren saya juga di kerubut sama org2 kumis
Simply : difitnah segala malahan
Simply : katanya pks itu agama baru dll
Simply : udah gitu saya sendirian lagi
Indra : seech… bilang gitu
Simply : hooh
Indra : rt berapa ?
Simply : 10-16
Simply : saya si nyantai aja
Indra : kenapa gak saya ya
Simply : trus pas perhitungan juga gitu
Indra : rt itu kan pada kenal saya
Simply : saya juga kenal
Simply : kpps nya baek2
Simply : tapi orang yg di luar itu
Simply : trus pas ngitung
Simply : mereka bilang gini
Simply : “yaaa si adang palingan cuma 3 biji”
Simply : trus orang2 disitu disuruuh kalo 2 di tepokin yee, kalo 1 di huuuuuuuuu
Simply : ;))
Simply : saya senengnya karena
Simply : sebelum mereka bilang huuuu
Simply : begitu 1 disebut saya udah teriak duluan “Allahu Akbaaaaar” sendirian dan kenceng, dan orang2 jadi bengong ;))
Simply : ga sempet bilang hu….
Indra : hahahaha…
Simply : alhamdulillah disitu bedanya cuma tipis 156 188
Simply : yg bikin saya mau nangis karena terharu
Simply : tadinya saya pikir, indah cuma sendirian
Simply : tapi pas hitungan adang sampe puluhan, warga disitu ikut takbir
Simply : trus bilang ” ayooo adang… ayo.. balap ” sampai bikin provokator kumis keseeel

Sampai disitu dialog saya terputus, karena mau melanjutkan pekerjaan. Inti begitu jelas banyak intimidasi dari yang dominan terhadap minoritas. Tapi saya salut dan terharu, melihat perolehan suara. Angka Adang-Dani dibanding Fauzi-Prijanto tidak begitu terpaut jauh. Saya ingat, Adang-Dani Cuma didukung 1 Partai, sedangkan Fauzi-Prijanto didukung lebih kurang 20 Partai. Sangat mengejutkan sekali walapun Adang-Dani kalah suara. Sekali lagi Fenomena. Jika issu black campaign di hembuskan, kenapa masih banyak yang percaya dan memilih PKS. Artinya partai ini baik dan sangat menyejukkan.

Saya masih ingat dan baca selebaran semacam Majalah, yang bertulisakan Jakarta Untuk Semua, yang mana isinya menjelek-jelekkan Adang-Dani. Intinya ke arah agama. Apakah yang mereka takutkan ? Islam ? … padahal mereka Islam. Dan saya masih ingat debat dengat seorang Profesor soal black campaign yang ia tebarkan, dia seorang ketua salah satu mesjid di bilangan salemba, dia meng-Aneh-kan pakaian para wanita-wanita kader PKS memakai jilbab menutupin aurat, salah kah ? Saya bilang: apakah salah dengan cara berpakaian seperti itu ?, mereka islam, bapak islam gak ?, bapak seorang ketua mesjid, bapak seorang kader lembaga dakwah muh… (upps.. maaf gak ditulis :d ) ,.. apa pantas bicara seperti itu ? di al-quran jelas-jelas di wajibkan berpakaian seperti itu, Wajib!. Jangan permasalahkan pakai orang lain, perbaiki dulu diri sendiri dan keluarga bapak (red: istri nya cuma pakai selendang). Ketika itu bapak gak bisa balas, eh dia pakai bahasa padang (Bahasa Minang), .. ooo rupanya dia orang padang, Ciiiiiiiiat (kata saya .. boong deh :p) … dia gak tau saya orang MINANG ASELI…. Balas deh pake bahasa Minang, kaget lagi dia, Pucat. Akhirnya debat itu berhenti seiring Azan Ashar. Kalo di lanjuti bisa stroke itu Professor :)).

Saya jadi ingat Sabda Rasulullah (lupa bacaannya), intinya begini : Ketika kedatangan awal Islam di anggap Aneh, begitu pula diakhir nanti Islam di anggap Aneh.

Wassalam …

Pelayanan Kesehatan Di Indonesia

Thursday, April 12th, 2007 | 2,655 views

Hari ini (12 April 2007) merupakan hari yang cukup melelahkan. Tapi lelah ini cukup terbayarkan karena setelah melihat hasil pemeriksaan oleh dokter kandungnan terhadap istri saya. Ya inilah awal saya untuk menjadi calon bapak 😀 . Tetapi ada rasa kesal dalam hal pelayanan kesehatan di negeri kita, terutama di Jakarta, entahlah jika di daerah lain.

Berawal dari pemeriksaan kesehatan istri saya, yang notabane nya adalah seorang karyawati PNS, dimana PNS mendapatkan fasilitas pelayanan kesehatan ASKES. Bukan kepada ASKES saya kecewa dan kesal. Tetapi tempat dimana rujukan atau surat pengantarlah yang membuat kesal. Di dalam aturan ASKES bahwa setiap PNS boleh mendapatkan rujukan dari PUSKESMAS dimana saja berada atau Dokter Pribadi.

Permasalahan muncul di PUSKESMAS ini, sebutlah PUSKESMAS inisial daerahnya UKS, Puskesmas ini menolak mentah-mentah dan dapat semprotan ( bahasa mana nih ? 😀 ). Mereka tidak mau memberikan Surat Rujukan ASKES ke Rumah Sakit yang kita rujukan. Untuk mendapatkan Surat Rujukan ini saya harus ke Pukesmas dimana istri saya membuatnya. Duh kok bisa begini, kan Puskesmas dimana-mana sama saja, toh PUSKESMAS tempat istri buat kartu ASKES jauh sekali. Memang sih, hampir rata rata atau PUSKESMAS atau sebutlah Rumah Sakit jika ada pasien ASKES begitu kurang di perhatikan. Belum ada tempat yang saya liat yang begitu perhatian pelayanannya terhadap pasien ASKES. Kok seperti ini pelayanan kesehatan di Indonesia ?. Akhirnya, saya dan istri tidak begitu mengharapkan ASKES lagi.

Saya bawa istri ke Rumah Sakit BK ( tebak ayo 😀 ) , sampai di RS tsb saya tau ada kantor ASKES, saya langsung menanyakan perihal Surat Rujukan tsb di PUSKESMAS. Saya kaget sekali ketika pegawai ASKES menjawab: “PUSKESMAS DIMANA SAJA BISA PAK !!”, nah loh, pegawai ASKES sendiri yang bilang seperti itu, saya laporkan saja PUSKESMAS tsb ke pegawai ASKES. Dan mereka mengatakan, “memang sih pak, jika ada pasien ASKES, sering kurang perhatikan, baik itu di PUSKESMAS maupun RS.” Akhirnya pegawai ASKES ini membuatkan Surat Rujukan yang saya inginkan. Alhamdulillah RS ini tidak seperti itu, pelayanannya lumayan baik, tapi sedikit kasir RS ini sewot ketika menunjukkan Surat Rujukan :D. Apa memang begitu ??

Nama Yang Islami

Thursday, March 29th, 2007 | 18,489 views

Akhir akhir ini saya begitu intensif mencari nama-nama yang baik untuk calon jundi saya yang akan lahir dalan waktu beberapa bulan lagi. Tukar pikiran dengan teman-teman, ulama(ustad) dan juga berusaha searching di internet, tentu saja nanya sama om google dulu.

Memang saat ini banyak sekali para orang tua yang memberikan nama anak anaknya yang bagus-bagus, tetapi kesannya kebarat-baratan. Tentu saja karena saya adalah seorang muslim dan berusaha menjadi orang muslim yang baik, maka saya akan memberikan nama bagi anak-anak saya kelak nanti dengan nama yang muslim, dengan kata lain memberikan nama yang islami. Toh banyak nama-nama islami yang keren keren.. he he he.

Tidaklah suatu kewajiban pemberian nama islami tetapi itu semua adalah sebuah anjuran. Ada beberapa anjuran atau tips memilih nama bayi dalam Islam:
– Sebaik-baik nama adalah ‘Abdullah dan ‘Abdurrahmaan (Al-Hadits)
– Nama yang paling sesuai adalah Harits dan Hammaam (Al-Hadits)
– Nama yang paling buruk adalah Harb dan Murrah (Al-Hadits)
– Dilarang menggunakan nama Barrah (Al-Hadits)
– Dilarang menggunakan nama-nama bayi yang memiliki arti buruk
– Dilarang menggunakan nama sesembahan selain Allah, seperti ‘Abdul Ka’bah, dan sebagainya
– Dilarang menggunakan Asmaa-ul husnaa jika tidak memakai ‘Abdu di depannya
– Sebaiknya tidak menggunakan nama-nama malaikat
– Dianjurkan untuk tidak menggunakan nama-nama yang terlalu panjang. Kebanyakan nama-nama bayi Islam di zaman Nabi SAW adalah singkat

Karena nama bayi Islam adalah dalam bahasa Arab, dianjurkan untuk memilih nama yang mengandung huruf-huruf Arab yang mudah diucapkan oleh lisan “Indonesia” secara benar, sehingga tidak merubah arti nama tersebut 🙂

Novel Pembangun Jiwa

Thursday, March 23rd, 2006 | 9,187 views

Akhir-akhir ini teman – teman saya suka membicarakan kisah kisah romantis
yang berbau religi. Hmmm… dan juga beberapa teman dunia maya sering
saling tukar pikiran, hingga postingan beberapa blogger juga mendeskripsikan
beberapa kisah romantis yang reiligi tersebut. Postingan ini saya tulis
ketika ingat seorang blogger
minta di perbaiki script rolling messagenya dimana menampilkan salah satu
novel islami yang saya gandrungi.

Novel
novel islami pembangun jiwa saat ini telah banyak terbit dan menjadi best
seller, salah satunya Ayat Ayat Cinta. Karya Habiburrahman El Shirazy
sebenarnya sudah saya miliki sejak beberapa tahun lalu hingga saya telah
mengkhatamkan novel ini sampai 3 kali … hehehehe .. asyik, sangat
romantis, religi, membangun jiwa kokoh dari kerapuhan cinta dunia. Hingga
karya Kang Abik (sapaan akrab penulis) ini sempat membuat meneteskan air
mata saya.

Bagus di baca untuk kalangan muda mudi untuk mengenal arti cinta hakiki
sebenarnya. Kang Abik pun pernah berpesan khususnya untuk remaja : "Betapa
sucinya cinta itu, tak adil jika cinta yang merupakan berkah Allah dinodai
oleh mereka yang tak berhak, saya ingin remaja Indonesia memiliki cinta
yang bertanggung jawab. Tak sekadar mengikuti hawa nafsu,” tegasnya.

Novel Ayat Ayat Cinta ini menjadi Best Seller dan tak kalah jauh dari
Harry Potter, dari data yang pernah saya baca, saya lupa sumbernya, cuma
terpaut 4 angka dari penjualan Harry Potter. Jadi bagi teman – teman,
saudara saudara saya anjurkan harus memiliki novel ini, remaja umum sekarang
memang harus melek apa artinya cinta. Saya yakin, bagi yang tidak gemar
membaca, dengan sedikit membacanya, Insya Allah akan penasaran untuk terus
membacanya. He..he..he.. bukan promosi loh … Hallo Kang Abik …
di tunggu karya Antum selanjutnya.

I am Indra

was born in Jambi, May 24th 1978. But I spend my childhood till teen in Bukittinggi City and finised my elementary and high school there too. Currently living at Jakarta, Indonesia. Now one I am working as a Web Programmer and as a Lecturer. More



Want to subscribe?

 Subscribe in a reader Or, subscribe via email:
Enter your email address:  
Find entries :