Featured Posts

php-logoCentOS : Cara Upgrade dari PHP 5.1.x ke PHP 5.3 Sejak CentOS 5.6 dirilis, paket PHP 5.3 sudah ada. dibawah ini bagaimana cara upgrade PHP 5.1.x menjadi PHP5.3 Pertama stop terlebih dahulu Apache Web Server: #service httpd stop Hapus paket-paket...

Read more

iptablesCara Membuka Port di Firewall Linux CentOS Secara default firewall iptable menyimpan konfigurasi di /etc/sysconfig/iptables . Anda dapat mengedit file tersebut dan menambahkan  aturan/rules untuk membuka nomor-nomer yang ada pada port. Konfigurasi...

Read more

ubuntuForce Monitor Resolution on Ubuntu 10.10 Ketika Distro Ubuntu 10.10 release, saya langsung coba install pada komputer lama. Ternyata saya dapatkan resolusi monitor tidak sesuai dengan monitor saya yaitu 1440x900 pixel. Selalu yang didapat 800x600...

Read more

twitter-bird-2Rangkuman Tweet Malam oleh Fahri Hamzah tentang KH... Bagi yang tidak sempat ngTweet, ini saya rangkum Tweet Malam oleh Fahri Hamzah tentang KH Hilmi Aminuddin. Dibaca dari paling bawah ke atas, 1# -> 100# Semoga bermanfaat. ------------------------- 100kita...

Read more

Jilbab “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang shaleh.” (Rasulullah SAW) “Segala sesuatu ada penegurnya, dan penegur hati adalah rasa malu!” (Rasulullah SAW) “Perempuan...

Read more

  • Prev
  • Next

Twitter Updates...

  •  

Hari Gini Gak Punya Email ?

Category : Opinion

11

Pagi-pagi saya buka email dan ada email sambung menyambung (forward) dari istri, email yang menceritakan kisah yang dapat kita renungkan tetapi geli lucu juga bagi yang membacanya, isi emailnya lebih kurang seperti ini :

Renungkanlah:

Seorang pengangguran melamar pekerjaan sebagai “office boy”di Istana Negara (kantor SBY), Jakarta . Andi Mallarangeng mewawancara dia dan melihat dia membersihkan lantai sebagai tesnya.

“Kamu diterima,” katanya, “berikan alamat e- mailmu dan saya akan mengirim formulir untuk diisi dan pemberitahuan kapan kamu mulai bekerja.” Laki-laki itu menjawab,”Tapi saya tidak punya komputer, apalagi e-mail.”

“Maaf,” kata Mallarangeng. “Kalau kamu tidak  punya e-mail, berarti kamu tidak hidup. Dan siapa yang tidak hidup, tidak bisa diterima bekerja.”

Laki-laki itu pergi dengan harapan kosong. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan hanya dengan Rp.100.000 di dalam kantongnya. Kemudian ia memutuskan untuk pergi ke Pasar Minggu dan membeli 10kg peti tomat. Ia menjual tom at itu dari rumah ke rumah. Kurang dari 2 jam, dia berhasil melipatgandaka modalnya. Dia melakukan kerjanya tiga kali, dan pulang dengan membawa Rp.300.000

Dia pun sadar bahwa dia bisa bertahan hidup dengan cara ini. Ia mulai pergi bekerja lebih pagi dan pulang larut. Uangnya menjadi lebih banyak 2x sampai 3x lipat tiap hari.Dia pun membeli gerobak, lalu truk, kemudian akhirnya ia memiliki armada kendaraan pengirimannya sendiri.

Lima tahun kemudian, laki-laki itu sudah menjadi salah satu pengusaha makanan terbesar di Indonesia . Ia mulai merencanakan masa depan keluarga, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.

Ia menghubungi broker asuransi, dan memilih protection plan. Sang broker pun menanyakan alamat e-mailnya.

Laki-laki itu menjawab, “Saya tidak punya e-mail.”

Sang broker bertanya dengan penasaran, “Anda tidak memiliki e-mail, tapi sukses membangun sebuah usaha besar. Bisakah Anda bayangkan, sudah jadi apa Anda kalau Anda punya e-mail?!”

Laki-laki itu berpikir sejenak lalu menjawab, “Ya, saya mungkin sudah jadi office boy di Istana Negara!!

———————————————-

Pesan Moral:

  1. Internet bukanlah solusi hidup Anda.
  2. Kalau Anda tidak punya akses internet, lalu bekerja keras, Anda bisa jadi milyuner.
  3. Kalau Anda menerima pesan ini melalui e-mail, Anda lebih dekat untuk menjadi “office boy/girl” daripada seorang milyuner he..he4x :D
Mohon maaf bilamana ada nama yg disebut didalam cerita jangan tersinggung, ini cuma kisah guyonan yang memiliki makna yang dalem. :D
Sekarang apakah anda sudha punya email ? … :D