Featured Posts

php-logoCentOS : Cara Upgrade dari PHP 5.1.x ke PHP 5.3 Sejak CentOS 5.6 dirilis, paket PHP 5.3 sudah ada. dibawah ini bagaimana cara upgrade PHP 5.1.x menjadi PHP5.3 Pertama stop terlebih dahulu Apache Web Server: #service httpd stop Hapus paket-paket...

Read more

iptablesCara Membuka Port di Firewall Linux CentOS Secara default firewall iptable menyimpan konfigurasi di /etc/sysconfig/iptables . Anda dapat mengedit file tersebut dan menambahkan  aturan/rules untuk membuka nomor-nomer yang ada pada port. Konfigurasi...

Read more

ubuntuForce Monitor Resolution on Ubuntu 10.10 Ketika Distro Ubuntu 10.10 release, saya langsung coba install pada komputer lama. Ternyata saya dapatkan resolusi monitor tidak sesuai dengan monitor saya yaitu 1440x900 pixel. Selalu yang didapat 800x600...

Read more

twitter-bird-2Rangkuman Tweet Malam oleh Fahri Hamzah tentang KH... Bagi yang tidak sempat ngTweet, ini saya rangkum Tweet Malam oleh Fahri Hamzah tentang KH Hilmi Aminuddin. Dibaca dari paling bawah ke atas, 1# -> 100# Semoga bermanfaat. ------------------------- 100kita...

Read more

Jilbab “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang shaleh.” (Rasulullah SAW) “Segala sesuatu ada penegurnya, dan penegur hati adalah rasa malu!” (Rasulullah SAW) “Perempuan...

Read more

  • Prev
  • Next

Twitter Updates...

  •  

Indonesia Raya, Merdeka !!!

Category : Opinion

2

Besok 17 Agustus 2007, hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-62. Seluruh pelosok negeri sudah bersiap dengan segala aktifitas untuk menyambut hari kemerdekaan. Mulai dari upacara dilingkungan pemerintahan sampai lomba-lomba yang diikuti warga untuk memeriahkan hari kemerdekaan.

Perlu kita maknai arti dari kemerdekaan ini. Bahwa yang selama ini kita maknai merupakan lepasnya negara kita dari penjajahan. Padahal yang dapat saya cerna bahwa merdeka itu tidak cuma kemerdekaan dari suatu penjajahan negara lain. Tapi merdeka dalam arti luas. Seperti merdeka dari kebodohan, merdeka dari kemiskinan, dll.

Sedih, ya itu yang saya rasakan ketika melihat dipelosok-pelosok negri, di tayangi televisi, warga menyambut kemerdekan dengan lomba yang itu-itu saja, makan kerupuk, megang belut :D . Dan ada lagi yang lebih parah, seperti pentas musik, band, dangdutan di panggung, nutupi jalan raya, jalan kampung, macet, hingga mengganggu kemerdekaan orang berkendaraan. Seperti contoh tadi yaitu pentas musik atau dangdutan di pentas, mabuk-mabukan, hingga tawuran. Masya Allah.

Apa gak adalagi kegiatan yang dapat mengangkat martabat negara ini di mata dunia, kegiatan yang mencerdaskan bangsa, misalkan Lomba Teknologi, lomba buat robot, lomba science, lomba modif motor, mobil dll. Saya pernah melihat acara/program di televisi yang menyuguhkan acara dari Jepang (Masquerade), yaitu membuat ide-ide kreatif semacam yang dipertunjukan di panggung dan dinilai oleh juri. Hal ini dapat membangkitkan semangat untuk selalu melahirkan ide-ide kreatif, dan bukan mustahil dapat melahirkan temuan temuan teknologi yang baru.

Anda dapat mengerti bukan, jauh sekali perbedaan negara kita dengan negara lain, bukan pesimis, tapi opini saya untuk menunjukkan kenyataan yang ada pada masyarakat kita. Semoga ada perubahan setelah kita melewati 62 tahun merdeka, bukan merdeka dari penjajahan dari kolonial, tapi merdeka dari semua aspek. Dan tetapi ingat, bukan merdeka dalam norma-norma dalam agama dan norma masyarakat yang di babat habis.

Jangan sekali-sekali kita menbodohkan masyarakat, kewajiban kita untuk meluruskan dan memotivasi, dan pemerintah harus pula mensosialisasikan mana yang bermanfaat dan mana yang tidak.

Kemudian, saya ingin menjelaskan atau memberi respon sedikit tentang polemik Lagu Indonesia Raya 3 Stanza, walaupun teman-teman diluar sana sudah banyak yang memberikan respon. Menurut saya text asli lagu Indonesia Raya sudah lama saya ketahui, ketika kecil saya pernah baca disebuah buku pelajaran, tapi saya lupa. Jadi hal ini bukan penemuan baru yang didengungkan oleh seseorang yang sekarang ini diakui kalangan media adalah sebagai pakar internet, komunikasi dan telekomunikasi. Menurut saya pembodohan, kecuali jika diberitakan ke masyarakat bahwa inilah text asli lagu Indonesia Raya, bukan sebagai penemuan yang menghebohkan. Kemudian saya juga pernah melihat lagu asli Indonesia Raya dengan text asli di internet, sekitar awal tahun 2007. Jadi, untuk menyambut kemerdekaan ini, kita berusaha jangan membodohi masyarakat, tapi memberitakan ke masyarakat ini loh yang benar.

Cukup sekian opini, unek-unek saya untuk menyambut Hari Kemerdekaan, bukan untuk membodohi, tapi marilah kita saling mengisi kemerdekaan ini dengan mengajari masyarakat hal-hal yang membuat mereka pintar .

Merdeka ! Merdeka ! Merdeka ! …………… Allahu Akbar !!!