Featured Posts

php-logoCentOS : Cara Upgrade dari PHP 5.1.x ke PHP 5.3 Sejak CentOS 5.6 dirilis, paket PHP 5.3 sudah ada. dibawah ini bagaimana cara upgrade PHP 5.1.x menjadi PHP5.3 Pertama stop terlebih dahulu Apache Web Server: #service httpd stop Hapus paket-paket...

Read more

iptablesCara Membuka Port di Firewall Linux CentOS Secara default firewall iptable menyimpan konfigurasi di /etc/sysconfig/iptables . Anda dapat mengedit file tersebut dan menambahkan  aturan/rules untuk membuka nomor-nomer yang ada pada port. Konfigurasi...

Read more

ubuntuForce Monitor Resolution on Ubuntu 10.10 Ketika Distro Ubuntu 10.10 release, saya langsung coba install pada komputer lama. Ternyata saya dapatkan resolusi monitor tidak sesuai dengan monitor saya yaitu 1440x900 pixel. Selalu yang didapat 800x600...

Read more

twitter-bird-2Rangkuman Tweet Malam oleh Fahri Hamzah tentang KH... Bagi yang tidak sempat ngTweet, ini saya rangkum Tweet Malam oleh Fahri Hamzah tentang KH Hilmi Aminuddin. Dibaca dari paling bawah ke atas, 1# -> 100# Semoga bermanfaat. ------------------------- 100kita...

Read more

Jilbab “Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah istri yang shaleh.” (Rasulullah SAW) “Segala sesuatu ada penegurnya, dan penegur hati adalah rasa malu!” (Rasulullah SAW) “Perempuan...

Read more

  • Prev
  • Next

Twitter Updates...

  •  

Cerita dari Ranah Minang

Category : Opinion

6

Ada cerita nih dari kampungku, di Ranah Minang. Ya mungkin sebagian udah ada
yang pernah baca atau dengar cerita ini sehingga dah basi. Tapi bagi yang bukan
orang Minang, mungkin ini sesuatu yang baru … hehehehehehe..

Ceritanya begini :

Usman Chaniago, supir camat di Payakumbuh, minta berhenti karena akan merantau
ke Jakarta untuk mengadu nasib. Mula-mula dia bekerja sebagai tukang kantau
di Tanah Abang, setelah dapat mengumpulkan sedikit modal dimulai pula menggelar
dagangannya di pinggir jalan di Tanah Abang.

Nasib rupanya memihak kepadanya, beberapa tahun kemudian dia berhasil memiliki
kios kain di dalam pasar. Dia pun berkeluarga dan memiliki 2 anak. Tahun ini
dia membangun rumah di Depok, dilingkungan perumahan dosen UI. Karena tetangganya
semua akademisi, macam-macam gelarnya, ada Prof., ada Phd. dll. Usman merasa
malu kalau papan namanya tidak tercantum gelar seperti tetangganya.

Dibuatlah Papan nama dari perak, dipesan dari Koto Gadang, dengan nama DR.Usman
Chaniago MSc. Ketika ayahnya datang berkunjung, sambil bangga dia bertanya di
mana anaknya kuliah, sebab setahu dia, Usman hanya berdagang. Dengan malu-malu
Usman menerangkan gelarnya di papan nama :

Disiko Rumahnyo Usman Chaniago Mantan Supir Camat
artinya :
( Disini Rumahnya Usman Chaniago Mantan Supir Camat / DR. Usman Chaniago MSc
)


…. ada-ada aja….